Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mencatatkan capaian signifikan pada tahun keenam implementasi program Jatim Cerdas. Fokus kebijakan ini tertuju pada pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan secara masif di seluruh wilayah.
Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim melaporkan realisasi berbagai program strategis yang melampaui target pembangunan. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Alhamdulillah, banyak program berjalan sukses dalam mewujudkan pendidikan berdampak,” ujar Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, Minggu (22/2/2026). Ia menegaskan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Data menunjukkan anggaran sebesar Rp170,8 miliar telah dikucurkan untuk merevitalisasi 215 SMA. Sementara itu, 175 SMK mendapatkan alokasi Rp544,4 miliar dan 67 SLB senilai Rp56,3 miliar untuk perbaikan infrastruktur.
Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga terealisasi sebesar Rp1,274 triliun. Dana tersebut menyasar 1,3 juta siswa pada 4.058 sekolah menengah dan luar biasa di seluruh Jatim.
Pemprov Jatim kini mengoperasikan enam SMAN Taruna setelah penambahan sekolah baru di Bojonegoro. Lembaga pendidikan ini didesain khusus untuk menempa karakter nasionalisme serta menyiapkan calon pemimpin bangsa di masa depan.
Aspek kesejahteraan pendidik turut diperhatikan melalui pemberian bantuan bedah rumah bagi puluhan guru. Selain itu, Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) dikembangkan untuk mendorong kemandirian ekonomi para tenaga honorer.
Aries menyebut Proteg merupakan bukti nyata kepedulian terhadap stabilitas ekonomi tenaga pendidik. “Kita melihat langsung guru honorer kini mampu berdiri mandiri secara ekonomi melalui usaha yang legal,” imbuhnya.
Dalam bidang prestasi, Jatim berhasil mempertahankan predikat juara umum pada berbagai ajang nasional. Jatim juga konsisten mengirimkan jumlah siswa terbanyak ke perguruan tinggi negeri selama enam tahun berturut-turut.
Capaian inovasi pendidikan Jatim kini menempati posisi tertinggi di tingkat nasional. Berdasarkan data BSKDN, Jatim menyumbang 1.723 inovasi atau sekitar 29 persen dari total laporan inovasi pendidikan di Indonesia.
Program SMA Double Track turut memperkuat kemandirian siswa dengan akumulasi pendapatan mencapai Rp4,7 miliar. Seluruh inisiatif ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdampak. [ipl/suf]






