Surabaya (beritajatim.com) – Empat remaja membobol SDN Penjaringan Sari, Surabaya dan menggasak sejumlah peralatan pada Sabtu (6/5/2023). Akibat pencurian itu, SDN Penjaringan Sari mengalami kerugian Rp100 juta.
Kapolsek Rungkut, Kompol Muchammad Fakih mengatakan, aksi pencurian ini dilakukan oleh MP (15), NA (14), BD (16), dan MF (16). Mereka diamankan pada Senin (8/5/2023) di lokasi terpisah.
“Ada yang kami amankan saat bermain Futsal di Rungkut. Ada juga yang di SPBU Aloha,” ujar Fakih, Kamis (18/5/2023).
Fakih menjelaskan, keempat anak ini mengakui telah membobol sekolah SDN Penjaringan Sari dalam kondisi tidak sadar lantaran di bawah pengaruh minuman keras. Mereka memasuki lokasi dengan cara masuk lewat jendela dan langsung menyasar ruang Tata Usaha (TU).
Baca Juga:
Lagi, Sekolah di Jombang Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV
“Barang yang raib berupa 40 buah tab, 3 buah laptop, satu LCD monitor dan 1 tabung LPG ukuran 3 kg, dengan total kerugian Rp100 juta,” imbuh Fakih.
Pihak kepolisian tidak kesulitan dalam mengungkap kasus ini lantaran aksi keempat remaja tersebut terekam CCTV. Setelah melakukan identifikasi dan profiling, anggota Polsek Rungkut langsung melakukan penangkapan.
“Untuk barang bukti sudah kita amankan semua. Masih dibawa oleh anak-anak ini belum sempat terjual,” tegas Fakih.
Akibat perbuatannya, keempat remaja ini terancam hukuman 5 tahun kurungan penjara dan akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. [ang/beq]






