Pamekasan (beritajatim.com) – Dinamika internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan, semakin menghangat menjelang pemilihan ketua baru. Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat kuat yang siap memimpin partai berlambang Ka’bah, khususnya untuk lima tahun ke depan.
Empat figur berbeda kini menjadi sorotan, yakni Achmadi, Ali Masykur, dan Mohammad Baqir Aminatullah dan Wazirul Jihad. Masing-masing figur memiliki latar belakang berbeda, termasuk pengalaman, serta visi yang berbeda untuk membesarkan PPP di tingkat daerah.
Para figur tersebut mulai bermunculan ketika pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) X DPC PPP Pamekasan, yang digelar di Ballroom Hotel Cahaya Berlian, Jl Raya Panglegur 69-71 Pamekasan, Selasa (5/5/2026).
Namun tidak menutup kemungkinan, bakal terdapat figur lain yang memiliki potensi yang sama untuk memimpin DPC PPP Pamekasan, untuk empat tahun kedepan, yakni Periode 2026-2030.
Achmadi
Menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Ketua PPP Pamekasan, kiprahnya yang sempat menjabat sebagai anggota DPRD Pamekasan menjadikannya sosok yang dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas dalam dunia politik lokal.
Kader senior PPP yang telah lama berkecimpung di dunia politik lokal, dikenal memiliki jaringan luas serta pemahaman mendalam terhadap dinamika internal partai, sehingga dianggap mampu menjadi figur pemersatu. Terlebih pengalaman sebagai legislator membuatnya dikenal fokus pada isu-isu kerakyatan, mulai dari pembangunan infrastruktur daerah hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bahkan perannya di parlemen daerah membuatnya terbiasa menyerap aspirasi warga dan mengawal kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik. Sehingga pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam terkait dinamika organisasi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu figur yang mampu menjaga soliditas kader terutama di internal partai.
Dalam konteks pencalonan Ketua DPC PPP, Achmadi disebut membawa visi penguatan struktur partai hingga tingkat bawah serta peningkatan elektabilitas menjelang kontestasi politik mendatang. Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi internal agar PPP tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Pamekasan, sehingga pengalaman dan jaringan yang dimilikinya, ia menjadi salah satu kandidat yang dinilai memiliki peluang dalam kontestasi tersebut.
Ali Masykur
Nama Ali Masykur turut mencuat dalam bursa calon Ketua DPC Pamekasan. Kiprahnya sebagai Ketua DPRD Pamekasan menjadikannya salah satu figur yang diperhitungkan dalam kontestasi internal partai. Ia hadir sebagai alternatif dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih strategis. Ia disebut-sebut memiliki visi penguatan kelembagaan partai serta peningkatan peran PPP dalam pembangunan daerah.
Sebagai legislator, ia dikenal aktif dalam mengawal berbagai kebijakan daerah, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Terlebih ia juga dinilai memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik, baik di internal parlemen maupun dengan konstituen di daerah pemilihannya.
Di lingkungan partai, Ali Masykur dikenal sebagai kader yang konsisten membangun jaringan serta memperkuat struktur organisasi. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam upayanya untuk membawa PPP Pamekasan lebih solid dan kompetitif dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Sebagai Ketua DPRD Pamekasan, tentu memberikan keunggulan tersendiri. Ia dinilai memahami secara langsung kebutuhan masyarakat serta mampu mengintegrasikan peran partai dengan fungsi legislasi di tingkat daerah. Dalam bursa pencalonan, ia disebut membawa visi penguatan kelembagaan partai dan peningkatan peran PPP dalam pembangunan daerah. Termasuk menekankan pentingnya konsolidasi internal dan sinergi antar kader untuk meningkatkan elektabilitas partai.
Mohammad Baqir Aminatullah
Sosok familiar dengan sapaan Ra Baqir dikenal sebagai salah satu figur politisi yang cukup diperhitungkan di Pamekasan, Madura. Terlebih ia juga sudah lama berkecimpung dalam dunia politik dan sosial kemasyarakatan di daerah tersebut.
Ra Baqir mulai banyak dikenal publik ketika maju sebagai calon Bupati Pamekasan dalam kontestasi pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu. Meski belum berhasil memenangkan pemilihan, keikutsertaannya dalam Pilkada tersebut menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Selain itu, ia juga dikenal memiliki basis dukungan yang cukup kuat, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai keagamaan. Terlebih PPP sendiri selama ini dikenal sebagai partai dengan akar kuat di kalangan pesantren dan tokoh agama di Madura, termasuk di Pamekasan.
Di luar aktivitas politik, Ra Baqir juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kerap hadir dalam kegiatan masyarakat, mulai dari acara keagamaan hingga forum-forum diskusi publik. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk kedekatan dengan warga sekaligus upaya untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dengan latar belakang sebagai tokoh masyarakat, Mohammad Baqir Aminatullah tentu menjadi salah satu figur yang terus diperhatikan perannya dalam perkembangan politik di Pamekasan, tidak terkecuali di internal PPP Pamekasan.
Wazirul Jihad
Figur yang familiar disapa Ra Wazir, dikenal sebagai figur yang memiliki kedekatan kuat dengan basis akar rumput. Pengalamannya dalam organisasi dan kemampuan membangun komunikasi politik dinilai menjadi modal penting untuk menjaga soliditas partai, terlebih ia juga dikenal sebagai salah satu kader muda yang aktif dan memiliki rekam jejak dalam kegiatan organisasi serta sosial kemasyarakatan.
Selama ini, Ra Wazir dinilai sebagai representasi generasi baru di tubuh PPP Pamekasan. Keterlibatannya dalam berbagai agenda partai, baik di tingkat struktural maupun kegiatan lapangan, membuat namanya diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan, terlebih ia merupakan figur incumben yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC PPP Pamekasan, Periode 2022-2026.
Selain aktif di partai, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Pamekasan. Hal ini sejalan dengan karakter PPP yang memiliki basis kuat di kalangan masyarakat religius, khususnya di Madura. Kedekatannya dengan tokoh masyarakat dan pemuda menjadi salah satu modal penting dalam membangun konsolidasi internal partai.
Memang isu regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu sorotan utama, namun sosok Wazirul Jihad dipandang sebagai figur yang dapat membawa semangat pembaruan, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang selama ini menjadi identitas PPP. Ia juga disebut memiliki visi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput serta meningkatkan elektabilitas PPP di daerah.
Pelaksanaan Muscab sendiri tentunya akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan, termasuk kembali munculnya nama seperti Wazirul Jihad, dinamika internal partai diprediksi akan berlangsung kompetitif namun tetap mengedepankan semangat kebersamaan. [pin/suf]






