Gresik (beritajatim.com) – Imbas melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik menyebabkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) juga tertular virus tersebut. Salah satu instansi yang terkena imbasnya adalah Dinas Pendidikan (Dispendik). Pasalnya, ada empat ASN yang terkonfirmasi positif.
Akibat kejadian itu, dinas setempat melakukan sterilisasi serta melakukan penyemprotan disinfektan serta menutup pelayanan. Disdik Gresik juga melaksanakan work from home (WFH) hingga dua hari kedepan.
Kepala Dispendik Gresik Mahin mengatakan, empat pegawai Dispendik yang positif itu merupakan staf di beberapa bidang. Saat ini, ke empat pegawai itu sedang menjalani isolasi mandiri.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
“Pegawai kami yang terkonfirmasi positif tersebut sempat berinteraksi dengan orang yang terpapar Covid-19. Sehingga kontak erat positif itu dilakukan rapid tes antigen. Kita langsung gerak cepat, hasil tracing langsung kami rapid antigen. Tapi sejauh ini yang positif hanya empat pegawai,” ujarnya, Senin (21/06/2021).
Adanya kasus covid ini, kantor Dispendik Gresik langsung disemprot menggunakan desinfektan. Pelayanan pun ditutup hingga tiga hari ke depan. “Kami sudah ajukan ke bupati untuk WFH sampai Rabu. Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tutur Mahin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Saifudin Ghozali mengakui apabila saat ini kasus konfirmasi positif kembali mengalami peningkatan. Untui itu, pihaknya meminta agar masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan. “Hasil tracing kami, penularan virus ini dua kali lebih cepat dan mayoritas penderitanya usia produktif,” paparnya.
Seperti diketahui, kasus aktif konfirmasi positif Covid-19 di Gresik hingga Minggu kemarin (20/6) tercatat ada 112 kasus. Jumlah itu bertambah 88 kasus sejak Senin 21 Juni 2021. [dny/kun]






