Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak melakukan pengecekan arus balik di sejumlah Rest Area pada hari ketiga libur Lebaran 1444 H, Senin (24/4/2023). Dari peninjauan itu, Emil mengatakan arus balik dari Probolinggo terpantau lancar dan Rest Area digunakan dengan semestinya.
Di Tol Probolinggo KM 792 A/Pasuruan KM 792 B, petugas melaporkan tercatat rata-rata 70 kendaraan bersinggah di Rest Area selama 20 menit. Para pemudik biasanya menggunakan waktu ini untuk ke kamar mandi, sholat, dan makan. Sebagian besar berasal dari arah Banyuwangi.
“Informasi dari petugas Imam di Rest Area Probolinggo KM 792 A, sebanyak 70 kendaraan biasanya bersinggah dengan waktu berhenti 20 menitan untuk ke kamar mandi, sholat, dan makan. Para pemudik berasal dari arah Banyuwangi,” ungkap Emil.
Di Rest Area Sidoarjo, Emil juga memastikan arus balik meskipun ramai masih terpantau lancar. Arus keluar masuk kendaraan di Rest Area pun tertata, sehingga tidak terjadi pembludakan.
“Terpantau kondisi ramai lancar, tidak sampai yang membludak di Rest Area Sidoarjo,” katanya.
Mantan Bupati Trenggalek itu pun berpesan pada para pemudik untuk senantiasa awas dan mengetahui kondisi diri selama perjalanan. Ia mengimbau, apabila mulai terasa mengantuk dan lelah, sebaiknya para pemudik segera beristirahat di rest area atau pos pengamanan lebaran terdekat. Ia menambahkan, hal ini juga untuk menghindari berbagai kendala dan kecelakaan di perjalanan.
“Sebaiknya jika mulai lelah, pemudik mulai menyempatkan diri istirahat. Dirasakan keadaan tubuhnya seperti apa dan rehat di Rest Area terdekat. Kami kemarin sempat meninjau pos lebaran Penompo di Mojokerto. Posnya sangat nyaman untuk istirahat dan dibangun bertema superhero sehingga tidak bikin jenuh,” ujarnya.
Tak lupa, Emil juga berbincang dengan beberapa pemudik yang tengah beristirahat di rest area. Tampak beberapa pemudik senantiasa menjaga kebersihan dan protokol kesehatan dengan mencuci tangan, mengenakan masker ketika tidak makan, dan tidak berkerumun.
“Kami senang melihat masyarakat masih aware bahwa Covid-19 masih belum sepenuhnya berakhir, dan ini adalah kesadaran yang baik. Orang tua juga terlihat mengajari anak mereka untuk mencuci tangan terlebih dahulu, dan jarak antarmeja makan masih dibatasi,” katanya.
Baca Juga:
Tol Sumo Mulai Padat, Rest Area 725/A Buka Parkir Fungsional
Emil berharap dengan kelancaran arus balik mudik per 24 April 2023 ini, kepadatan lalu lintas bisa ditekan dan laka akibat human error bisa dihindari.
“Semoga lalu lintas yang baik ini terus terjaga dan dengan istirahat yang cukup serta flow yang baik, kemacetan tidak terjadi dan para pemudik dihindarkan dari kecelakaan karena human error,” pungkasnya.
Searah dengan lokasi peninjauan arus balik, Emil sekaligus menyambangi kediaman asal pengasuh anaknya, Mak Anik, di Dusun Tenggir, Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
“Kebetulan Babysitter kami ini ikut mengantar kami mudik ke Jakarta kemarin. Jadi, berhubung peninjauan kali ini searah, gantian kami yang mengantar Mak Anik pulang. Saya juga mau ngecek arus balik sekaligus nanti bisa menyapa masyarakat,” katanya.

Emil lalu menyampaikan lima hal yang menjadi sorotan agar Desa Lumbang di Kabupaten Probolinggo ini dapat berkembang lebih baik.
“Alhamdulillah dari silahturahmi ini saya dapat PR banyak ya, ini akan saya sampaikan ke Ibu Gubernur bahwa di Jatim ini masih banyak lagi daerah yang bisa dikembangkan untuk lebih maju lagi,” sebut Emil.
Lima hal itu di antaranya terkait angka putus sekolah, pengembangan jurusan SMK untuk daerah mayoritas petani, stunting, pengelolaan lahan hutan, dan pengadaan pupuk.
Pertama, Emil meminta secara khusus kepada para orangtua agar mendorong anaknya untuk meneruskan jenjang pendidikan hingga jenjang SMA atau SMK. hal ini agar para generasi muda dapat memiliki pengetahuan dan skill memadai untuk kehidupan mereka selanjutnya.
“Pertama untuk urusan angka putus sekolah, saya minta tolong kepada bapak dan ibu putra/putrinya minimal harus bisa lulus sampai jenjang SMA, jangan ada kendala biaya karena Pemprov Jatim menggratiskan biaya pendidikan di jenjang SMA,” sebut Emil.
Baca Juga:
Emil Dardak: NKRI Berdiri atas Perjuangan Kiai dan Santri
Pesan kedua juga berhubungan dengan pendidikan. Emil berencana mengusulkan adanya pengembangan jurusan baru di SMK, yaitu pertanian. Hal ini salah satunya karena masyarakat di daerah Jatim banyak yang berprofesi sebagai petani, begitu pun masyarakat Kecamatan Lumbang.
“Kedua untuk SMK, akan kami usulkan untuk dibuka jurusan baru yakni pertanian mengingat sebagian besar masyarakat Kecamatan Lumbang ini petani,” usul Emil.
Selanjutnya, Presiden EAROPH ini mengimbau adanya mitigasi stunting sejak para generasi muda mulai menginjak masa remaja. Pasalnya, stunting juga ditentukan oleh tumbuh kembang dan gizi para orangtua terutama ibu.
“Ketiga untuk urusan stunting ini bisa dimulai mitigasinya sejak remaja, jadi bukan hanya mendekati pernikahan ya,” imbaunya.
Yang keempat, Emil menyebutkan harapannya untuk bisa berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenhut/LHK untuk pemanfaatan dan pengelolaan lebih lanjut lahan hutan di daerah Desa Lumbang.
“Keempat untuk pengelolahan lahan hutan harapan kami koordinasi dengan Kemenhut/LHK bisa berjalan dengan baik sehingga msayarakat mendapat manfaatnya,” harapnya.
Ini pun berhubungan dengan pengadaann pupuk untuk masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Emil menyebutkan bahwa ia bersama Gubernur akan mengecek lebih lanjut kuota untuk kuota pupuk subsidi pemerintah.
“Kelima terkait masalah pupuk, kami akan cek kembali kuotanya sehingga dapat menunjang keseharian dan pekerjaan utama masyarakat Desa Lumbang,” ujarnya.
Usai berbincang dengan warga terkait kebutuhan masyarakat, Wagub Jatim itu juga menunjukkan apresiasinya kepada Mak Anik. Ia mengatakan Mak Anik adalah sosok staf yang membantu Emil dan Arumi selama 4 tahun. Anik, Perempuan kelahiran 1 januari 1976 itu dengan sigap selalu membantu mengurus keperluan anak-anak Emil dan Arumi.

Mak Anik panggilan akrabnya, sehari-hari mengasuh dan membantu keperluan pasangan Emil dan Arumi, mulai dari Lakeisha Ariestia Dardak, Alkeinan Mahsyir Putro Dardak dan putra angkatnya Kalendra.
Usai mengantar kepulangan Mak Anik di Probolinggo, Emil juga menyapa masyarakat sekitar serta membagikan 100 paket sembako.
Harapannya, paket sembako ini dapat berguna untuk keperluan sehari-hari masyarakat mengingat bahwa banyak pertokoan masih belum beroperasi di musim libur lebaran. [tok/beq]






