Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengajak pemuda Surabaya untuk membuat langkah perubahan di masa depan. Salah satunya melalui terjun di jalur politik.
Hal ini diutarakan Emil saat acara yang digelar Gagasan Indonesia berkolaborasi dengan Edupolithink dan Himpunan Mahasiswa Politik Universitas Airlangga dalam menghasilkan ruang diskusi bagi pemuda Surabaya pada Senin 22 Mei 2023.
“Sejatinya politik itu realita, namun cara berpolitiknya lah yang menjadi pilihan,” Emil melalui keterangan tertulis yang diterima beritajatim.com, Selasa (23/5/2023).
Para pemuda yang hadir dipacu berpartisipasi aktif dalam mengawal perumusan maupun realisasi kebijakan publik, baik itu di tingkat lokal maupun di tingkat nasional.
Apalagi, saat ini pemuda merupakan kelompok pemilih terbesar dalam pesta demokrasi tahun depan sehingga penting bagi pemuda untuk terlibat secara aktif dalam proses demokrasi pemilu 2024.
Kota Surabaya memiliki tingkat antusiasme yang tinggi dari para pemuda mengenai peran dan pengaruh pemuda terhadap kebijakan publik di Indonesia. Data BPS 2022 menunjukkan 50% dari total jumlah penduduk Surabaya didominasi oleh generasi Z dan milenial.
Emil beranggapan bahwa gerakan mahasiswa sebagai moral force sudah hebat. Namun ia mengimbau para pemuda untuk masuk ke politik agar dapat membentuk ekosistem politik yang dapat benar-benar mewakilkan suara pemuda.
“Dengan masuk politik, pemuda diberi ruang untuk merumuskan kebijakan agar positioningnya bukan hanya mengikuti konsensus, namun dapat membuat langkah perubahan ke depan,” ujar Emil.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/emil-dardak-gandeng-kpk-dan-polri-tangani-649-tambang-ilegal/
Anggota DPR RI Dyah Roro Esti memberikan harapannya bahwa keterwakilan pemuda dapat semakin meningkat. Ia menegaskan pentingnya keterwakilan pemuda di pemerintahan maupun di luar sistem agar dapat mengedepankan isu-isu yang penting.
“Kalian harus percaya diri, percaya dengan kemampuan yang dimiliki, karena kita punya peran masing-masing dalam pembangunan bangsa,” kata legislator Golkar ini.
Ia juga menggaris bawahi bahwa pembangunan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti melalui terjun langsung ke sistem ataupun menggerakan social movement dan menjadi sarana untuk mengkoneksikan pemuda dan pejabat.
Anggota DPRD Kota Surabaya, Juliana Evawati juga memberikan tanggapan tentang masa depan Indonesia bersama pemuda dimana dalam kontestasi yang akan datang, pemuda menjadi mayoritas pemilih.
“Kalau bukan pemuda, lalu siapa lagi yang akan bersuara? Sebagai generasi penerus bangsa kedepannya, para pemuda harus siap menjalankan negara ini,” ujar Jeje sapaan lekatnya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/wakil-rais-aam-pbnu-emil-dardak-kader-nu-sejak-kuliah-di-jepang/
Legislator PAN Surabaya menegaskan bahwa pemuda tidak boleh apatis dan harus menyatukan tujuan, visi misi untuk menjadikan negeri ini luar biasa.
Sementara itu, Manik Marganamahendra dari Gagasan Indonesia memberikan pandangannya tentang pemuda Indonesia yang sebenarnya tidak apatis namun frustasi politik dikutip dari studi British Council.
Manik menegaskan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang percaya bahwa gerakan mahasiswa lebih merepresentasikan suara masyarakat dibanding para wakil rakyat itu sendiri.
“Ketika kita berada di luar sistem, maka kita berperan sebagai check and balance, dan ketika di dalam sistem, maka kita bisa paham tentang pengambilan kebijakan. Penting juga untuk tidak hanya melihat pemuda sebagai objek politik, tetapi juga subjek yang aktif,” ujar Manik. [asg/but]







