Pamekasan (beritajatim.com) – Emerson Souza melengkapi 11 kuota pemain asing dalam skuat Madura United FC, khususnya dalam mengarungi ketatnya jadwal putaran kedua kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, Super League 2025-2026.
Pemain kelahiran 18 Desember 1997 yang berposisi sebagai gelandang tersebut, sekaligus menjadi rekrutan terakhir Laskar Sape Kerrab, khususnya untuk kuota legiun asing khususnya pasca melepas Joâo Pereira Albertine (Guinea-Bissau), dan Valeriy Ihorovych Hryshyn (Ukraina) pada akhir putaran pertama.
“Kami mendatangkan Emerson Souza karena kualitas, pengalaman, dan karakter bermainnya sangat sesuai dengan kebutuhan tim. Ia adalah pemain yang kami nilai mampu memberi keseimbangan di lini tengah dan memahami permainan secara taktis,” kata Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi, Kamis (5/2/2026).
Bahkan keberadaan pemain berusia 28 tahun berkebangsaan Brasil, sekaligus melengkapi kuota 11 pemain asing sesuai regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB). “Kehadirannya juga melengkapi komposisi 11 pemain asing Madura United musim ini, sehingga kami kini bisa lebih fokus mematangkan tim untuk kompetisi,” ungkapnya.
“Selain itu, sosok Emerson Souza juga sudah tiba di Indonesia, dan sudah bergabung latihan bersama rekan-rekan se tim yang dipersiapkan untuk menghadapi laga lanjutan Super League,” pungkasnya.
Selain Emerson Souza, sebelumnya sudah terdapat 10 pemain asing yang menjadi bagian dari tim kebanggaan suporter Madura Bersatu. Masing-masing dua bersaudara Jesey dan Jordy Wehrmann (Belanda), Kerim Palić (Bosnia and Herzegovina), Pedro Filipe Tinoco Monteiro (Portugal), dan Roger Bonet Badia (Spanyol).
Sedangkan 6 (enam) pemain lainnya merupakan legiun asing asal Negeri Samba, Brasil. Masing-masing Iran Junior, Jorge Ambrosio Mendonça, Junior Brandao, Luis Marcelo Morais dos Reis, dan Riquelme Sousa. Termasuk nama baru Emerson Souza.
Saat ini Madura United menempati posisi 14 klasemen sementara dengan torehan 18 poin berkat hasil 4 kali menang, 6 kali imbang, serta 9 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Mereka baru mampu mencetak 18 gol dan sudah kebobolan sebanyak 26 gol dari 19 laga yang dijalani. Mirisnya, angka total pertandingan justru lebih banyak dibanding raihan poin yang mereka koleksi.
Terlebih saat ini mereka hanya unggul 6 poin dari tim teratas penghuni zona merah degradasi, Persijap Jepara yang masih memiliki tabungan 1 laga. Terlebih jika sore nanti, mereka berhasil menambah poin dari Arema, torehan poin justru akan semakin menipis.
Selanjutnya, Madura United bakal bentrok melawan tuan rumah Persijap Jepara pada pekan ke-20 Super League, Sabtu (7/2/2026). Sekaligus harus dijadikan momentum untuk meningkatkan motivasi pemain maupun posisi mereka di tangga klasemen. [pin/kun]






