Madinah (beritajatim.com) – Sebanyak 39 kelompok terbang (kloter) asal Embarkasi Surabaya (SUB) resmi mendarat di Madinah hingga Sabtu (2/5/2026), menjadikannya kontributor jemaah haji terbanyak yang tiba di Tanah Suci dibandingkan embarkasi lainnya di Indonesia. Tren kedatangan jemaah asal Jawa Timur ini terpantau konsisten sejak dimulainya fase kedatangan pada 22 April lalu melalui Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kedatangan jemaah dari Jawa Timur ini menjadi volume terbesar dengan total 42.409 jemaah yang terbagi dalam 116 kloter.
Hingga sore waktu setempat, Kloter SUB 39 asal Kabupaten Bojonegoro menjadi rombongan terbaru yang menyentuh bumi Madinah menggunakan maskapai Saudia SV-5101.
Fasilitas Fast Track dan Penantian 14 Tahun
Rombongan SUB 39 yang berjumlah 380 jemaah mendapatkan kemudahan melalui fasilitas fast track di terminal internasional. Jalur ini memungkinkan jemaah melewati proses imigrasi dengan lebih cepat tanpa harus mengantre panjang di bandara.
Meskipun menempuh perjalanan panjang dari Bandara Juanda dengan transit satu jam di Kualanamu, seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi bugar.
“Alhamdulillah jamaah Bojonegoro tiba di embarkasi Surabaya pukul 09.00 WIB, kemudian diberangkatkan ke bandara pukul 12.00 WIB dari Gedung Bir Ali,” ujar Imam Turmudzi, Ketua Regu Kloter SUB 39.
Ia juga mengungkapkan rasa harunya setelah menanti keberangkatan selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012. “Puji syukur kepada Allah, akhirnya diberi kesempatan berangkat tahun ini. Ini luar biasa,” tambahnya.
Mitigasi Kesehatan dan Cuaca Ekstrem
Mengingat besarnya volume jemaah asal Jawa Timur, petugas haji memberikan perhatian ekstra pada aspek kesehatan. Saat ini, suhu di Madinah terpantau mencapai 36°C hingga 39°C dengan tingkat kelembapan yang rendah. Kondisi cuaca yang kering ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lansia yang mendominasi kloter-kloter dari Jawa Timur.
Petugas kesehatan di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah terus mengingatkan jemaah untuk mewaspadai hipertensi primer, yang saat ini menjadi penyakit dengan temuan kasus tertinggi.
Jemaah diimbau untuk rutin mengonsumsi air putih guna menghindari dehidrasi dan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan pada siang hari agar stamina tetap terjaga hingga puncak haji nanti.
Kesiapan Layanan Sektor dan Transportasi
Secara keseluruhan, pergerakan jemaah dari embarkasi Surabaya berlangsung stabil dengan rata-rata kedatangan empat kloter per hari. Hingga saat ini, sekitar 50 persen dari total rencana kedatangan jemaah haji Indonesia telah berada di Madinah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di setiap sektor telah disiagakan untuk menyambut jemaah, mulai dari pengaturan kamar hotel hingga distribusi katering bercita rasa Nusantara.
Koordinasi intensif juga terus dilakukan untuk memastikan jemaah yang akan bergeser dari Madinah menuju Makkah dapat terlayani dengan Bus Shalawat yang nyaman dan aman. [ian/MCH]






