Jember (beritajatim.com) – Aksi demonstrasi mendukung dan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bupati Muhammad Fawait menanggapinya sebagai sesuatu yang positif.
“Saya pikir ini baik. Inilah tandanya demokrasi di Indonesia berjalan baik. Reformasi dan cita-cita reformasi insyaallah berjalan dengan baik,” kata Bupati Fawait, usai sidang paripurna penyampaian enam rancangan peraturan daerah di gedung DPRD Jember, Sabtu (21/6/2026) malam.
Bupati Fawait menghormati semua aksi tersebut. “Kalau dilakukan secara tertib, tidak ada rusuh dan lain sebagainya, itu berdampak baik buat PKL, UMKM, dan lain sebagainya,” katanya.
Pemkab Jember sendiri sudah melakukan supervisi terhadap program MBG. “MBG sudah mulai bagus, terkait administrasi sudah mulai tertib, mulai dari SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), NIB (Nomor Induk Berusaha)m dan lain sebagainya. Tapi kita perlu dorong lebih baik lagi dan penataan penerima manfaat supaya nanti bisa lebih optimal,” katanya.
Pemkab Jember mendorong dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk membeli bahan dari mlijo (pedagang sayur) dan pedagang kaki lima. Sepuluh dapur SPPG sudah melakukannya. “Mudah-mudahan nanti kita bisa lakukan di seluruh dapur. Nanti kita akan dokumentasikan dan itu menurut saya salah satu tools yang membuat pertumbuhan ekonomi kita tinggi pada akhir 2025 dan di awal 2026,” kata Fawait. [wir/but]






