Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 3.000 pelari dari Malang Raya dan sejumlah wilayah di Indonesia meramaikan gelaran Emba Run Malang 10K pada Minggu, 26 Januari 2025.
Even yang pertama kali diselenggarakan ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sebagai event lari pertama yang diadakan di Kota Malang, Emba Run Malang 10K sukses mencuri perhatian dan diharapkan menjadi agenda tahunan di masa mendatang.
“Ini adalah even pertama, dan tadi kami sudah berkomunikasi dengan pihak sponsor. Dan intinya setuju tahun depan akan dilaksanakan kembali, semoga dapat terwujud. 95 persen respon puas terhadap rute dari event kali ini,” ujar Paulus Oliver Yoesoef, penggagas Emba Run Malang 10K.
Paulus, yang merupakan putra daerah Malang, menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk membangun brand Kota Malang sebagai tuan rumah event lari berskala nasional. Ia bahkan berharap pada tahun 2026, Emba Run Malang 10K dapat bertransformasi menjadi event internasional dengan melibatkan pelari dari luar negeri.
“Makanya saya harapkan dengan acara ini olahraga lari itu bisa dilihat di Kota Malang karena di kota-kota besar lainnya ini sudah ada event besar lari. Kenapa Malang kok nggak ada? Sehingga inisiatif dari putra daerah, event lari ini harus ada di Kota Malang. Saya ingin kalau orang ke Malang mereka pasti ingatnya atau ingin ikut EMBA Run,” tambah Paulus.
Suksesnya penyelenggaraan acara ini juga tidak lepas dari kerja keras tim pelaksana, termasuk Ketua Pelaksana Emba Run Malang, Sinaryo Prayugo. Sinaryo menyampaikan bahwa meski acara baru pertama kali diadakan, penyelenggaraan berjalan cukup lancar. Cuaca yang mendukung pun menjadi faktor penting yang membuat para pelari mampu menuntaskan rute yang telah disiapkan.
“Cuaca mendukung cukup cerah. Total peserta sebanyak 3.000 sesuai target. Dimana masukan dari peserta puas semua, jadi untuk halangan di jalan atau selama pelaksanaan bisa dikatakan minim. Mudah-mudahan tahun depan dapat terealisasi lagi untuk dijalankan kembali,” kata Sinaryo.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Sri Eko Yuliadi, mengapresiasi acara Emba Run Malang 10K yang berhasil memberikan dampak ekonomi positif bagi kota.
Menurut Eko, perputaran uang yang dihasilkan dari event ini diperkirakan mencapai Rp10 miliar, mencakup berbagai sektor mulai dari penjualan tiket pesawat, okupansi hotel, hingga tempat wisata kuliner yang ramai.
“Pesawat dari Jakarta dan luar Malang menuju Malang juga penuh, termasuk hotel dan juga kuliner-kuliner di Malang ramai. Kalau hotel untuk 3.000 orang saja sudah Rp3 miliar, belum sisi yang lain, tapi kalau kuliner, UMKM, dan pusat oleh-oleh ya perkiraan di atas Rp10 miliar,” ujar Eko.
Emba Run Malang 10K bukan hanya menjadi ajang olahraga, namun juga menjadi kesempatan bagi Kota Malang untuk menunjukkan potensi ekonominya melalui sektor pariwisata dan UMKM. Diharapkan gelaran ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi salah satu even besar yang dapat menarik perhatian pelari nasional maupun internasional. [luc/suf]






