Surabaya (beritajatim.com) – Dukungan politik emak-emak Surabaya terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai calon presiden pada saat Musyawarah Rakyat (Musra) XIII Pro Jokowi (Projo) dinilai sebagai energi positif.
Pengamat politik, Surokim Abdussalam menyebut, Golkar memiliki tugas untuk menguatkan dukungan emak-emak di Surabaya ini dengan kebijakan-kebijakan prorakyat, sehingga dukungan tersebut semakin membesar.
“Golkar sekarang punya tugas untuk mengkonversi dukungan emak-emak di Surabaya tersebut sehingga peluang Pak Airlangga bisa terjaga,” ujar peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini, Kamis (19/1/2023) di Surabaya.
Surokim menegaskan, dukungan ini berkolerasi dengan kinerja Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian. Apalagi, emak-emak merasakan dampak langsung kebijakan Airlangga Hartarto saat perekonomian di masa sulit.
“Tentu (dukungan emak-emak) ini korelasinya dengan kerja Pak Airlangga sebagai Menko Perekonomian,” katanya.
Menurutnya, munculnya nama Airlangga Hartarto dalam Musra Projo XIII di Surabaya sangat wajar. Mengingat kinerja dan kondisi faktual saat momentum krisis tersebut.
“Jika hal itu dihubungkan dengan dukungan emak-emak dan bisa dikelola dengan baik, maka dukungan itu potensial bisa membesar,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni, mengatakan berterima kasih atas dukungan emak-emak di Kota Pahlawan. Menurutnya, dukungan tersebut bisa menjadi pelecut untuk terus menyosialisasikan capaian prestasi dan kinerja Airlangga Hartarto dalam masa sulit ekonomi saat pandemi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”airlangga-hartarto”]
“Ini semakin menjadi penguat semangat seluruh kader Partai Golkar se-Surabaya dalam menjalankan instruksi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Sarmuji dan Waketum DPP Partai Golkar Adies Kadir untuk menyosialisasikan capaian prestasi Airlangga Hartarto,” katanya.
Toni –sapaan akrab Arif Fathoni– mengatakan, banyak program stimulus ekonomi yang berpihak kepada UMKM yang diinisiasi oleh Airlangga Hartarto dalam menterjemahkan kehendak Presiden Jokowi
“Pak Ketum ini seorang teknokrat dan memiliki kompetensi untuk mengawal keberlangsungan pembangunan di Indonesia,” kata legislator eks jurnalis ini.
Toni menilai, dukungan emak-emak tersebut menunjukkan bahwa rakyat mulai memilih calon pemimpinnya berdasarkan rekam jejak pengabdian.
“Pak Airlangga ini seorang teknokrat, yang hanya berpikir bekerja menjaga ketangguhan ekonomi Indonesia. Jadi beliau belum punya waktu untuk melakukan pencitraan seperti capres lainnya, ini tugas seluruh kader Golkar untuk menjelaskan rekam jejak pengabdian ketua umum kami di seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. [asg/air]






