Surabaya (beritajatim.com) – Sempat heboh dengan berita Elon Musk membeli Twitter, ternyata mengalami pembatalan. Hal ini membuat pihak Twitter berencana untuk menuntut Musk bahkan tetap mengupayakan penyelesaian proses transaksi dan pembelian platform media sosial Twitter. Namun apa alasan pembatalan transaksi ini?
Sumber pendanaan Dana merupakan faktor eksternal sehingga membuat Elon Musk membeli Twitter. Awalnya, Elon Musk menawarkan harga senilai 44 miliar dollar AS. Tapi, belum ada yang memastikan apakah dana itu benar-benar cukup untuk membeli Twitter.
Kemudian faktor selanjutnya adalah pemecatan karyawan Twitter tanpa izin Elon Musk. Dari kabar Wall Street Journal (WSJ), perusahaan microblogging memangkas 30 persen atau sekitar 100 karyawan di divisi perekrutan.
Ternyata kebijakan ini menyalahi kontrak akuisisi pembelian Twitter oleh Elon Musk. Pasalnya dalam kesepakatan, Twitter harus mendapatkan persetujuan Musk sebelum mengubah bisnis bahkan hingga kebijakan PHK.
Faktor lainnya adalah anjloknya harga saham Twitter anjlok. Saham Twitter mengalami penutupan di level 36,81 dollar AS sekitar anjlok hampir 29 persen dibandingkan dengan harga saham Twitter sebelumnya.
Akibat dari harga saham anjlok, nilai akuisisi Twitter yang ditawarkan Musk terasa kemahalan. Berawal dari Elon Musk menawar untuk mengakuisisi Twitter seharaga 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 652,6 triliun (kurs Rp 14.833).
Hal ini berarti per lembar saham Twitter yang dibeli Musk seharga 54,20 dollar AS. Umumnya, harga saham Twitter berada di level 44,48 dollar AS sampai 50,98 dollar AS per lembarnya sehingga selisihnya hanya sekitar 4-10 dollar AS dari harga Elon Musk.
[berita-terkait number=”3″ tag=”medsos”]
Tapi adanya harga saham Twitter yang anjok hingga level 35-40 dollar AS. Akhirnya, harga saham Twitter memiliki selisih yang lebih jauh dari harga yang ditetapkan Musk pada angka 54,20 dollar AS. Jadi secara garis besar, inilah yang menjadi faktor atau kemungkinan nilai akuisisi Twitter oleh Musk dinilai kemahalan.
Pembatalan ini membuat Twitter ingin “menegakkan perjanjian” bahkan siap menuntut Musk dengan desakan untuk menindaklanjuti akuisisi. Apabila Musk tidak melanjutkan perjanjian, maka ada dena biaya penalti senilai 1 miliar dollar AS atau setara Rp 14,6 triliun. (PRD/ian)






