Jakarta (beritajatim.com) – Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta kadernya tidak jumawa menyusul melonjaknya partai Gerindra berdasarkan Survei Litbang Kompas. Dalam survei tersebut, elektabilitas Partai Gerindra mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 18,6 persen yang sebelumnya pada Januari lalu 14,3 persen.
“Kita jangan jumawa, jangan sombong, apalagi takabur. Karena survei belum menggambarkan hasil pemilu yang sesungguhnya,” ujar Muzani.
Menurutnya, hasil survei Litbang Kompas ini menjadi panduan untuk Partai Gerindra dan juga Prabowo Subianto selaku Ketua Umum yang juga Ketua Dewan Pembina partai. Dia menekankan, upaya-upaya perjuangan harus terus dilakukan. Meski cobaan dan tantangan selalu ada, tetapi semangat untuk terus bangkit dalam berjuang untuk berbuat kebaikan demi rakyat dan negara tidak boleh padam.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/survei-smrc-pdip-282-persen-gerindra-153-persen-dan-golkar-8-persen/
“Karena itu harapan kami seluruh kader Gerindra tetap menjadikan kepentingan rakyat sebagai tujuan perjuangan. Dan dalam bertindak jangan jauh-jauh dari rakyat apalagi meninggalkan atau mengkhianati rakyat. Dan itu yang akan terus kami pegang dalam berjuang,” tegas Muzani.
Dia juga meminta kader Gerindra untuk menjaga perkataan. Dia mengingatkan, agar kader Berkatalah yang benar. Jika tidak bisa, lebih baik diam. Karena dari perkataan itu terkadang seseorang dapat tergelincir karena tidak mampu menjaga perkataan yang benar atau yang baik.
“Begitupun dalam berbuat dan bergaul harus pandai-pandai memilah dan memilih teman pergaulan yang baik. Serta dalam bertindak kader Gerindra selalu berusaha menjadi orang baik dan jujur, mengedepankan kepentingan rakyat dan negara di atas segalanya,” ujar Muzani.[kun]






