Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (Lanskap) baru-baru ini merilis hasil survei elektabilitas partai politik di Jatim. Elektabilitas Partai Gerindra di Jawa Timur berada di angka 30 persen. Ini artinya Gerindra diprediksi memimpin perolehan kursi di Jatim.
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (Gus Sadad) merespon tenang terkait hasil survei tersebut. “Ya, kami tentu sangat menghargai hasil survei itu. Bahwa hasil survei itu adalah cermin untuk kami melakukan introspeksi. Ya, sebagai Ketua DPD Gerindra Jatim, kami semua kader merasa berbangga hati,” kata Gus Sadad kepada beritajatim.com di Hotel Primebiz Surabaya, Selasa (19/7/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gerindra-jatim”]
Gus Sadad ini meminta kader tidak jumawa atas hasil survei tersebut. Ia tetap meminta kader kerja keras, karena pertarungan sesungguhnya sudah di depan mata. “Pileg 2024 sudah di depan mata. Kalau survei bagus, tapi nanti kader tidak kerja keras, ya berbanding terbalik. Survei ini merupakan pelecut bagi kami untuk bekerja keras, jangan kendor sama sekali,” jelasnya.
“Tetapi saya pesan jangan jumawa atas survei yang bagus ini, dan jangan menyombongkan diri. Jadikan ini motivasi. Ini bagi saya apresiasi atas kerja politik, yang sudah dilakukan teman-teman di bawah melakukan konsolidasi ke tingkat bawah untuk terus berjuang mencari dukungan,” sambungnya.
Pimpinan DPRD Jatim ini menambahkan, Gerindra Jatim tetap menargetkan bisa menambah kursi baik di DPRD Jatim dan DPR RI. “Gambaran Gerindra jadi juara ya itu memang sesuatu yang kami inginkan dan kami harapkan. Tapi tentu target awal jelas menambah kursi di legislatif,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Lanskap merilis hasil survei parpol di Jatim. Di mana Gerindra nomor satu dengan elektabilitas 30 persen. Kemudian, disusul oleh PDI Perjuangan 21,1 persen. PKB melengkapi posisi tiga besar dengan elektabilitas 18,9 persen. [tok/suf]
Berikut hasil lengkap elektabilitas parpol di Jatim berdasar survei Lanskap:
1. Gerindra 30%
2. PDI Perjuangan 21,1%
3. PKB 18,9%
4. Golkar 3%
5. PPP 2,6%
6. Demokrat 2,2%
7. PKS 2%
8. Perindo 2%
9. Berkarya 1,1%
10. PSI 1,1%
11. Garuda 1,1%
12. NasDem 0,6%







