Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah diguncang oleh pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, tahun 2023 ini rasanya menjadi waktunya untuk bangkit. Terutamanya untuk peningkatan nilai ekonomi. Di Kabupaten Ponorogo, antara eksekutif dan legislatif satu suara dan bergandengan erat untuk sepakat menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan PAD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo ini memang suatu keharusan, mengingat tahun ini merupakan momem untuk bangkitnya perekonomian.
“Tahun ini memang ada peningkatan target realisasi PAD,” kata Sekertaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Ponorogo, Lubur Apidianto, Selasa (07/05/2023).
Target PAD Pemkab Ponorogo tahun ini sudah ketok palu diangka Rp 310 miliar. Dari jumlah tersebut, naik Rp 10 miliar dari PAD tahun 2022 lalu yang masih diangka Rp 300 miliar.
“Peningkatannya Rp 10 miliar. Dari PAD tahun 2022 lalu sebesar Rp 300 miliar. Kini, tahun 2023 PAD Pemkab Ponorogo menjadi Rp 310 miliar,” katanya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyumbang target PAD tahun ini berasal dari Pajak Daerah, sebesar Rp 96,5 miliar dan retribusi daerah senilai Rp 21,09 miliar. Sementara untuk retribusi daerah, Pemkab Ponorogo mematok target Rp 2,5 miliar dari sektor tempat rekreasi dan olahraga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ponorogo”]
“Retribusi daerah itu meliputi tempat wisata Telaga Ngebel, Ngembag. Selain itu juga ada dari persewaan Gedung Olahraga (GOR) Singodimedjo dan kolam renang Tirto Menggolo,” katanya.
Berbagai langkah bakal dilakukan Pemkab Ponorogo untuk mencapai target PAD tahun ini. Yakni melalui ekstensifikasi dan [hfcm id=””]intensifikasi. Luhur menjabarkan bahwa untuk ekstensifikasi itu dengan melakukan pengurangan kebocoran. Selain pengurangan kebocoran, juga mencari potensi PAD dari sektor lain.
“Kalau intensifikasi berkaitan dengan internal. Yakni optimalisasi dan peningkatan kesejahteraan petugas, sebagai juru pungut untuk mendapatkan PAD,” pungkasnya. [end/but]






