Ponorogo (beritajatim.com) – Mempunyai karir yang bagus sebagai pramugari di maskapai penerbangan ternama Lion Air, tidak membuat Realita Ika Prastika (29), warga salah satu perumahan di Kelurahan Tambakbayan Ponorogo itu berpuas diri.
Setelah kurang lebih 5 tahun mengarungi kedirgantaraan di Indonesia, Rere sapaan Realita Ika Prastika akhirnya menanggalkan pekerjaannya yang membesarkan namanya itu. Dia resign dari Lion Air untuk menggapai cita-citanya yang ingin jadi wirausahawan. Kini Ia menjadi seorang pengusaha plafon, untuk kebutuhan interior rumah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bisnis”]
Usahanya tersebut bisa dibilang sukses, setelah ada gerai di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Brotonegaran, bulan depan dirinya akan membuka gerai kedua di Madiun. “Jadi pramugari dari tahun 2012 sampai 2017. Sudah 5 tahun bekerja, ingin resign, ingin membuka usaha,” kata Rere saat ditemui awak media, Selasa (19/4/2022).
Rere menceritakan bahwa Ia bekerja sebagai pramugari berawal saat dirinya mengantar temannya ke bandara. Lihat beberapa pramugari yang lewat tersebut, dirinya tiba-tiba keinginan menjadi pramugari. Akhirnya, setelah lulus SMA, dirinya memberanikan diri merantau ke Jakarta. Lamaran pertama Dia tidak beruntung, baru di percobaan kedua, Rere akhirnya diterima.
“Setelah diterima itu, langsung menjalani training selama 3 bulan. Baru bulan ke-4 akhirnya sudah mulai terbang. Saat itu perasaannya ya senang bisa bangga buat ortu,” kenang Rere.
Setelah resign itu, Rere tidak serta merta langsung menjadi pengusaha plafon. Dirinya mulai merintis usaha loundry di rumah orangtuanya di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Setelah menikah, baru Ia dengan suaminya akhirnya membuka gerai plafon, bahan-bahan untuk membuat interior rumah menjadi indah. “Usaha plafon ini merintis bareng suami pada tahun 2019 lalu. Alhamdulillah, hingga kini berjalan lancar,” katanya.
Awal usaha plafon ini dirinya turun langsung, artinya saat itu Ia dan suaminya yang menghandle semua. Belum ada karyawan seperti sekarang. Menurutnya, usahanya kali ini hampir sama dengan pekerjaan barunya dulu sebagai pramugari. Yakni memberikan pelayanan yang baik. Untuk itu, di usaha plafon ini dirinya terjun sendiri, menghafal semua barang-barang yang dijual.
“Mulai usaha ini ya dari nol, belum ada karyawan. Saya harus paham betul jenis plafon, jadi sambil belajar, sambil angkat-angkat dengan suami,” katanya.
Usahanya kini mulai lancar, Dia juga sudah mempunyai karyawan meski tidak banyak untuk membantunya. Rere mengaku pekerjaannya kini lebih fleksibel dibandingkan dulu menjadi pramugari. Dirinya dan suami harus bisa mengatur manajemen. Bagaiamana mengembangkan usaha ini lebih besar lagi. “Rencananya bulan depan mau buka di Madiun. Alhamdulillah, usaha saat ini bisa 2 kali lipat penghasilan di pramugari,” pungkasnya. (end/kun)






