Magetan (beritajatim.com) — Perekonomian Kabupaten Magetan pada 2025 tumbuh 5,41 persen (year-on-year), meningkat dibandingkan 4,79 persen pada 2024. Kinerja ini menunjukkan tren penguatan ekonomi daerah yang ditopang pertumbuhan merata di seluruh sektor usaha.
Rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Magetan tentang Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Magetan Tahun 2025 mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Magetan atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp26,37 triliun pada 2025, naik dari Rp24,57 triliun pada 2024. Sementara PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) meningkat menjadi Rp16,09 triliun dari Rp15,26 triliun pada tahun sebelumnya.
“Dari sisi produksi, seluruh lapangan usaha tumbuh positif. Sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen, diikuti transportasi dan pergudangan 8,70 persen, jasa perusahaan 8,28 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,02 persen. Sektor informasi dan komunikasi juga tumbuh tinggi di angka 7,01 persen,” terang Kepala BPS Magetan, Mohammad Samodin dalam berita resmi statistik tersebut.
Sementara itu, sektor-sektor utama yang menopang ekonomi tetap menunjukkan pertumbuhan stabil. Industri pengolahan tumbuh 6,61 persen, perdagangan besar dan eceran 5,07 persen, serta konstruksi 4,65 persen. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan—yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah—tumbuh 4,36 persen setelah sempat mengalami kontraksi pada 2023.
Secara struktur, perekonomian Magetan masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 27,52 persen terhadap total PDRB. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 16,09 persen, industri pengolahan 12,48 persen, dan konstruksi 7,69 persen. Empat sektor ini secara kumulatif menyumbang 63,79 persen terhadap ekonomi daerah.
Dari sisi nominal, sektor pertanian mencatat nilai PDRB terbesar mencapai Rp7,25 triliun (ADHB), diikuti perdagangan Rp4,24 triliun dan industri pengolahan Rp3,29 triliun. Sektor konstruksi menyumbang Rp2,02 triliun, sedangkan informasi dan komunikasi mencapai Rp1,85 triliun.
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen juga mencatat pertumbuhan positif. Komponen konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh tertinggi sebesar 5,97 persen. Disusul pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,90 persen, konsumsi rumah tangga 4,88 persen, dan konsumsi pemerintah sebesar 1,89 persen.
Konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi dengan kontribusi mencapai 76,30 persen terhadap PDRB. Nilai konsumsi rumah tangga pada 2025 tercatat Rp20,12 triliun, meningkat dari Rp18,90 triliun pada 2024. Sementara itu, PMTB mencapai Rp6,15 triliun dan konsumsi pemerintah Rp2,08 triliun.
Namun, komponen net ekspor barang dan jasa masih mencatat nilai negatif sebesar Rp2,40 triliun. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebutuhan konsumsi dan produksi di Magetan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Secara keseluruhan, struktur ekonomi Magetan pada 2025 masih bertumpu pada sektor primer, namun mulai menunjukkan pergeseran dengan menguatnya sektor jasa sebagai sumber pertumbuhan baru. Tren ini menandakan diversifikasi ekonomi yang semakin berkembang, meski ketergantungan terhadap konsumsi domestik masih sangat dominan. [fiq/but]






