Mojokerto (beritajatim.com) – Ekonomi Kabupaten Mojokerto mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 5,56 persen sepanjang tahun 2025 dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp122.609,1 miliar. Capaian ini menunjukkan akselerasi positif dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang berada di angka 5,29 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menjelaskan bahwa performa ekonomi daerah sepanjang tahun lalu dipicu oleh penguatan di berbagai sektor lapangan usaha. Data menunjukkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 kini telah menyentuh angka Rp74.446,4 miliar.
“Ekonomi daerah tumbuh sebesar 5,56 persen pada 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yakni sebesar 5,29 persen,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).
Dilihat dari sisi produksi, lapangan usaha jasa perusahaan menjadi sektor dengan pertumbuhan paling tinggi yakni mencapai 10,37 persen. Namun, struktur ekonomi Mojokerto secara keseluruhan masih tetap didominasi oleh sektor industri pengolahan.
Sektor manufaktur tersebut tercatat menyumbang 58,49 persen terhadap total PDRB, yang mengukuhkan posisinya sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah. Konsistensi industri pengolahan dalam memberikan kontribusi besar membuat stabilitas ekonomi Mojokerto tetap terjaga.
“Meski demikian, struktur ekonomi Mojokerto masih didominasi sektor industri pengolahan. Pada 2025, sektor ini menyumbang 58,49 persen terhadap total PDRB, menjadikannya motor utama perekonomian daerah. Industri pengolahan tetap menjadi penopang utama ekonomi Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Dari kacamata pengeluaran, aktivitas konsumsi rumah tangga masih memegang peranan krusial dengan kontribusi sebesar 55,2 persen. Porsi besar ini membuktikan bahwa daya beli dan belanja masyarakat lokal merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi di wilayah Bumi Majapahit.
Sementara itu, komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran sebesar 5,54 persen. Dinamika ini memperlihatkan adanya keseimbangan antara aktivitas produksi industri dan konsumsi di tingkat masyarakat.
BPS menilai tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil sepanjang 2025 menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun mendatang. Penguatan sektor industri terintegrasi dan optimalisasi konsumsi masyarakat diperkirakan tetap menjadi faktor kunci keberlanjutan ekonomi daerah.
Kondisi ekonomi Kabupaten Mojokerto yang terus merangkak naik ini diharapkan mampu memberikan dampak multiplier bagi kesejahteraan warga secara luas. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan geliat sektor swasta menjadi katalisator utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ini. [tin/beq]






