Pasuruan (beritajatim.com) – Hari kemenangan sudah mendekat. Kebahagiaan juga terpancar dari perajin songkok atau peci di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya yakni Ahmad atau Haji Mat warga Desa Ngembe, Kecamatan Beji.
Haji Mat menuturkan bahwa dirinya bisa mendapatkan omzet lebih dari hari biasanya. Bahkan omzet yang didapat setiap harinya bisa mencapai angka sekitar 90 persen.
“Sebelum Ramadhan omzet kita naik, pastinya sekitar dua bulan sebelum Ramadhan. Pesanan dari dalam Pasuruan maupun luar Pasuruan berdatangan,” kata Haji Mat.
Haji Mat membeberkan, pesanan songkok yang datang dari luar Jawa Timur ini dari Jakarta, Bandung, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/gerakan-pasar-takjil-kiai-muda-jatim-libatkan-umkm/
Bahkan pesanan yang datang dari luar Indonesia kerap diterimanya. Seperti di Arab Saudi dan Malaysia. Karena songkok kerap disandingkan untuk melengkapi hari raya lebaran.
Songkok karya warga Pasuruan ini juga sangat murah, masyarakat yang hendak membeli tak perlu merogoh dompet dalam-dalam. Hanya dengan Rp 7.500 hingga Rp 40.000 per biji sudah bisa membawa pulang songkok khas Pasuruan.
“Harganya tergantung dari motif, bahan, serta kualitas songkoknya. Kalau yang agak mahal ini ada songkok hitam, dijual harga Rp 20.000 hingga Rp 70.000,” tutupnya. [ada/but]






