Magetan (beritajatim.com) – Tangan Joko Sumedi, pedagang hewan kurban ini, masih lihai saat merapikan bulu-bulu kambing dagangannya. Dia memakai gunting sasak dan sisir yang kerap digunakannya mencukur rambut dulu. Keterampilannya mencukur rambut masih terbawa hingga dia beralih pekerjaan sejak 15 tahun lalu.
“Kalau pakai gunting biasa, nanti jelek, kelihatan potongannya gak alami,” kata Joko sambil merapikan bulu kambing jantan yang baru datang di kandang miliknya di Lingkungan Bulusari Kelurahan Kraton Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (19/6/2023)
Sebelumnya, dia membeli seekor kambing jantan berkelir coklat, dia beli di Pasar Legi Ponorogo seharga Rp3,8 juta. Rencananya, kambing itu bakal dikirim ke Jakarta beberapa hari lagi. Tak hanya, satu ekor, di kandangnya terdapat total 50 ekor kambing dan 25 ekor sapi. Semuanya siap dipasarkan. Beberapa ada yang merupakan titipan.
Joko bercerita, dulunya dia memang tukang cukur. Bahkan, ruangan untuk jasa cukur rambutnya itu masih bertuliskan Cukur Rambut di bagian samping. Bagian depan ruangan berkelir hijau itu kini di terdapat banner bertuliskan Villa Kambing, berikut alamat dan nomor telepon Joko. Ada pula fotonya, serta sapi dan kambing berlatar belakang padang rumput dekat hutan.
Bukan kebetulan dia beralih pekerjaan. Berawal dari kejenuhannya mencukur rambut, dia kemudian jalan-jalan ke pasar hewan di Pasar Pahing di Jalan Raya Barat masuk Kelurahan/Kecamatan Maospati. Lokasinya hanya berjarak 1 km dari rumahnya. Dia banyak ngobrol dan mengamati pola blantik saat menjual hewan ternak. “Nyekel dadung tok wis oleh Rp100 ewu utowo Rp50 ewu,” katanya.
Dari situ dia mulai tertarik untuk bisnis jual beli hewan ternak. Banyak sekali dia belajar sampai 15 tahun dia modal kandang. Bapak 4 anak itu kini memiliki kandang yang ditempati hewan ternak berupa kambing, domba, dan sapi. Kandangnya tak pernah kosong apalagi saat menjelang Idul Adha seperti belakangan ini.
“Ada yang nitip hewan kurban untuk dipelihara dulu di sini sampai menjelang Hari-H nanti. Kalau saya memelihara paling gak lama ya. Jadi hanya nginap beberapa hari kemudian dikirim ke pembeli. Kalau kambing biasanya 5 hari dikirim, kalau sapi kemungkinan 2 minggu kirim,” kata pria 48 tahun itu.
Untuk menjelang Idul Adha saat ini, harga kambing naik Rp300.000 dari harga di hari biasa. Untuk sapi, kenaikannya Rp1,5 juta, itu sudah plus dengan perawatan dan biaya antar sampai ke rumah pembeli atau lokasi yang diinginkan pembeli. “Untuk sehari-hari, saya dibantu anak-anak muda yang masih mahasiswa ini ya. Mereka sambil kerja sambil kuliah, belajar juga untuk merawat dan berbisnis jual beli hewan ternak,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Tips Memilih Hewan Kurban, Perhatikan 3 Hal Ini
Pun, keberadaan para pemuda itu memudahkannya, karena hewan kurban dagangannya juga dikirim sampai Jakarta dan Yogyakarta. Bahkan, belakangan dirinya mengirim sampai Jatiasih Bekasi.
“Untuk hewan kurban yang dijual ini tentu disalon atau dirapikan bulunya ya. Supaya yang mau berkurban itu juga senang hewan kurbannya itu kelihatan rapi, segar, sehat. Juga, kalau disalon seperti ini juga mengurangi potensi adanya kutu atau penyakit. Karena pasti kotorannya gak nempel di badan hewannya,” katanya.
Belakangan dia ingin segera menuntaskan pekerjaannya menjelang Idul Adha. Dia ingin datang ke Turki untuk memenuhi permintaan salah satu putranya yang berkuliah di sana. [fiq/kun]






