Mojokerto (beritajatim.com) – Pasangan suami-istri (pasutri) warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini sukses mengeluti Industri Kecil Menengah (IKM) tas sejak tahun 2001 lalu. Dalam sebulan, keduanya mampu memproduksi 500 buah/bulan dengan jumlah karyawan sebanyak 13 orang.
Mereka adalah Mustain (46) dan Iin Rizkiyah (41). Usaha yang digeluti pasutri ini setelah keduanya menikah dan masing-masing sebelumnya memang memiliki keahlian dalam kerajinan tas. Sejak menekuni kerajinan tas tahun 2001 lalu, omzet yang dihasilkan saat ini mencapai Rp75 juta/bulan dengan produksi 500 buah/bulan.
“Awalnya, sebelum menikah suami saya ikut kakak di kerajinan tas beberapa tahun kemudian ketemu terus kami pacaran sampai pada akhirnya menikah. Setelah menikah, kami mulai merintis usaha tas dan melayani pesanan, dengan modal awal Rp10 juta,” ungkap Iin Rizkiyah (41), Senin (12/6/2023).
Baca Juga:
Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM, Wali Kota Berharap Pontensi SDM Jadi Kekuatan Kota Mojokerto
Keduanya mengambil bahan baku yang di beli dari Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dan beberapa toko di Surabaya dan Jogjakarta. Awalnya, ia dan suami kirim hasil produksi tas miliknya ke Pasar Turi di Kota Surabaya. Usahanya mulai berkembang dan banyak pesanan datang.
“Awalnya kirim ke Pasar Turi karena banyak pesanan jadi Pasar Turi saya tinggalkan, buka di rumah saja. Banyak pesanan dari dinas, pabrik dan rumah sakit lingkup Mojokerto tapi kemarin sudah masuk pesanan dari Bau-bau (Sulawesi Tenggara). Karyawan ada 13 orang, borongan,” urainya.
Dengan memperdayakan warga sekitar, keduanya memenuhi pesanan tas dengan model sesuai permintaan konsumen maupun reseller untuk dijual secara online. Tak hanya warga sekitar, warga di luar Kecamatan Sooko seperti Trowulan dan Dlanggu pun turut bergabung menjadi karyawannya.
“Karyawan kami dari warga sekitar rumah, bapak-ibu kanan kiri rumah. Kami juga ada karyawan di luar warga sekitar, bahkan luar Kecamatan Sooko. Mereka ambil bahan kesini kemudian dikerjakan di rumah masing-masing. Sampai Kecamatan Dlanggu, Trowulan juga ada yang ambil kesini untuk dikerjakan di rumah,” katanya.

Untuk pemasaran, ia memasarkan ke dinas-dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dan juga secara online. Menurutnya, untuk pemesanan secara online ia memiliki sejumlah reseller yang memasarkan produk kerajinannya. Sementara model tas sesuai pesanan konsumen.
“Pemasaran ke dinas-dinas di seluruh Kabupaten Mojokerto karena kami memang ada pendampingan, kami juga melayani para resseler untuk di jual secara online. Dalam sebulan, kami bisa memproduksi 500 buah dengan berabagai macam model sesuai pesanan konsumen,” ujarnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”umkm-mojokerto”]
Menurutnya, kunci keberhasilan usaha adalah kualitas bahan yang digunakan harus yang bagus dan jahitan yang rapi. Selain itu, lanjut Iin, model produksi tas miliknya juga beragam dan selalu mengikuti model terkini. Ia menerima pesanan tas sesuai dengan keinginan konsumen.
“Kendala ya ada namanya usaha, mulai dari modal dan kadang bahan tidak ada sehingga tidak bisa memenuhi pesanan. Kami terbuka, bagi yang pingin pesan maupun yang ingin menjadi reseller. Ada mulai dari harga Rp35 ribu dan sesuai dengan model yang diinginkan,” jelas ibu tiga anak ini. [tin/ted]






