Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi menjadi moment yang manis bagi pengusaha meubel dan kayu. Namun saat pandemi tuntas bisnis perkayuan mulai sepi, kondisi ini diperparah dengan konflik internasional Ukraina – Rusia yang membuat ekspor kayu pun melandai.
Sadar ekspor produk perkayuan tak lagi menjanjikan para pengusaha perkayuan mulai membidik pasar lokal dan mencari negara tujuan ekspor baru.
Ketua Indonesian Sawmill and Wood Working Association (ISWA), H.M Wiradadi Soeprayogo menuturkan jika saat ini anggotanya banyak yang mulai membidik pasar lokal serta berekspansi ke negara lain seperti India dan Meksiko. Tentunya 2 negara ini bukan tujuan ekspor untuk kayu premium melainkan segmen midle.
“Demi mensiati lesunya permintaan maka pasar lokal harus diperkuat. Apalagi ada peluang baru yakni dengan proyek Ibukota baru IKN. Namun para pengusaha harus memiliki e katalog dulu,” paparnya.
Demi meningkatkan daya beli masyarakat untuk dunia mebel dan kayu, PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) menggelar pameran permesinan kayu dan komponen manufaktur furnitur terbesar di Indonesia, IFMAC & WOODMAC 2023. Pameran akan digelar pada 20 – 23 September 2023 mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran ini diharapkan mampu membuka peluang bisnis perkayuan lewat teknologi-teknologi terbaru guna tungkatkan ketangguhan Industri furnitur Indonesia.
Pameran IFMAC & WOODMAC menjadi platform solusi satu atap yang terintegrasi untuk bisnis manufaktur furnitur dan pengerjaan kayu di negara Indonesia dan Asia Tenggara untuk memenuhi kebutuhan produksi berkualitas tinggi dengan menghadirkan para peserta pameran dari perusahaan-perusahaan internasional yang memiliki jangkauan yang luas.
Dengan kehadiran lebih dari 200 perusahaan internasional dan lokal akan menarik para pengunjung pameran untuk melihat beragam produk pameran meliputi mesin, perekat, pelapis, cat, perlengkapan dan peralatan, bahan kayu serta panel kayu perantara, pemrosesan kayu, solusi perawatan permukaan, komponen dekoratif, busa dan pelapis, dan banyak bagian terkait lainnya yang diperlukan untuk pembuatan furnitur.
Berbagai mesin pengolahan kayu dengan teknologi dan inovasi terbaru dari dalam dan luar negeri untuk memperkuat industri furnitur Indonesia akan dipamerkan. IFMAC & WOODMAC akan menawarkan peluang bisnis eksklusif di industri furniture Indonesia yang semakin berkembang.
IFMAC & WOODMAC telah menjadi bagian “Woodworking Shows Worldwide” Deutsche Messe, Jerman, penyelenggara pameran LIGNA, pameran permesinan kayu terbesar di dunia, sehingga menjadikan IFMAC & WOODMAC sebagai platform tepat bagi para pemain industri furnitur yang sangat antusias dengan prospek Indonesia untuk lebih mengembangkan pangsa pasar mereka di industri furnitur global.
IFMAC & WOODMAC tahun ini akan menampilkan 60% peserta dari edisi pameran sebelumnya, seperti Felder Group Indonesia, Eu Nian Precision Technolgy, Alpha Utama Mandiri, Maju Adil Sejahtera, Maris Dwijaya, Bahtera Sukses Abadi, Neu Tech, China National Forestry Machinery Association (CNFMA), Lunjiao Woodworking Machinery Association, Qualitech Indopiranti, Propan Raya, Ekamant Indonesia, Cabinet Vision South East Asia, Coral S.P.A, Plytec Oy, Global Timber, dan lain – lainnya, dari Indonesia, Malaysia, Singapore, China, Jerman, Finlandia, Turki, USA, Canada, French, Hong Kong, Taiwan dan Italia. Serta menampilkan 40% perusahaan – perusahaan yang perdana bergabung di pameran IFMAC WOODMAC dari berbagai negara, seperti Thailand, Slovenia, India, Luxembourg dan lain-lainnya.
Menurut Budianto Budi, Ketua DPD Himki Jatim dan Choiril Mochtar, DPP HIMKI Pusat mesin yang dimiliki pengusaha perkayuan di tanah air masih banyak yang teknologi lama. Tak heran jika hasil ukiran kayu Indonesia mulai di salip oleh Vietnam yang memiliki mesin lebih baru.
“Jangan sampai Indonesia yang punya kearifam lokal dengan ukiran Jepara yang sudah mendunia malah tenggelam karena kalah cepat produksinya,” papar Budianto, saat Seminar di Surabaya dengan tema “Unlocking Opportunities: Integrating IFMAC & WOODMAC Technology in Indonesia’s Growing Furniture Industry”, Kamis (24/8/2023).
Sebelum pameran IFMAC & WOODMAC bersama asosiasi HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) & ISWA (Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian & Kayu Olahan Indonesia) dan bersama para industri mengadakan seminar menghadirkan A. Kuswidiarso Ketua DPP HIMKI (Himpunan Industri dan Kerajinan Mebel Indonesia) Semarang Raya, Ir.H.M. Wiradadi Soeprayogo Ketua Presidium ISWA serta Abdul Sobur Ketua Presidium HIMKI ( Himpunan Industri dan Kerajinan Mebel Indonesia), Ligorius Wijaya Branch Manager East Indonesia Felder Group Indonesia.[rea]






