Gresik (beritajatim.com) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) tegaskan komitmen untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gresik. Hal ini disampaikan perwakilan KEK Budi Santoso saat melakukan koordinasi dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Budi mengakui terdapat sejumlah aturan yang masih tumpang tindih. Namun, pihaknya menyadari KEK tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa peran pemerintah daerah.
“Berbagai saran dan masukan yang disampaikan kepada pemerintah daerah akan kami laporkan kepada Sekjen KEK di Jakarta. Secara prinsip kita akan bersinergi dan saling memberikan dukungan,” tuturnya, Jumat (11/8/2023).
Sementara itu, perwakilan PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan, meski saat ini proyek pembangunan smelter mencapai 74 persen, pihaknya berkomitmen akan memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah daerah.
“Yang pasti kami siap berkontribusi ke pemerintah daerah. Seperti yang dilakukan di Papua,” katanya.
BACA JUGA:
PAD Gresik Semester Pertama 2023 Baru Capai 39,93%
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama 15 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pertemuan di KEK JIIPE. Kehadiran rombongan dari pemerintah daerah itu.
Untuk melakukan koordinasi sejumlah hal diantaranya mekanisme perizinan, batasan kewenangan hingga usulan pendirian kantor perwakilan pemerintah daerah di KEK.
“Koordinasi antara pemerintah daerah dan administrator KEK serta pengelola kawasan bisa semakin intensif. Hal ini karena keberlangsungan kawasan industri membutuhkan andil besar dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya memiliki kewajiban menciptakan iklim investasi dan industri yang sehat melainkan juga ikut bertanggungjawab dalam menjaga kondusifitas serta kamtibmas masyarakat.
“Kami berharap melalui pertemuan ini para tenant di kawasan JIIPE bisa mendukung pemerintah daerah dalam menambah sumber pendapatan melalui sektor retribusi maupun pajak daerah,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Kolaborasi PT Petrokimia Gresik dan PT SGN Wujudkan Swasembada Gula Konsumsi 2028
Saat ini lanjut dia, ada 11 tenant sudah mengantongi izin dan 7 tenant sedang diproses perizinannya. Dirinya optimis pelaku usaha pasti ingin menjadi perusahaan yang tertib dalam berbagai aspek termasuk perizinan.
“Kedepan JIIPE selaku pemilik kawasan kalau bisa menyediakan kantor bersama antara pemda, imigrasi, Bea Cukai dan Direktorat Pajak sehingga koordinasi maupun sinergitas yang terjalin bisa semakin intensif dan bisa memangkas waktu dalam proses pengurusan izin.
Kami ingin KEK di Gresik lebih sukses secara nasional. Semangat kita, pelaku usaha datang bawa berkas pulang bawa izin,” pungkas Fandi Akhmad Yani. [dny/beq]






