Iklan Banner Sukun
Ekbis

Kedai Kopi di Malang Berlakukan Bayar 3 Kali Lipat Bagi PNS Selama PPKM Darurat

Kedai kopi di Malang, Atitud Coffe di Jalan Sunan Kali Jaga, Kota Malang membuat promo bayar 3 kali lipat bagi PNS, ASN, dan Aparat.

Malang(beritajatim.com) – Kedai kopi di Malang, Atitud Coffe di Jalan Sunan Kali Jaga, Kota Malang membuat promo unik selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Mereka membuat promo bayar 3 kali lipat bagi pelanggan yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS), aparat TNI/Polri, maupun aparatur sipil negara (ASN).

Pemilik kedai, Cahya Sinda (24 tahun) mengatakan, bahwa mereka baru saja memulai bisnis pada 28 Juni lalu. Baru berjalan beberapa hari mereka harus menerima kenyataan pemerintah pusat menerapkan PPKM darurat dengan sejumlah aturan ketat.

Seperti larangan melayani makan di tempat. Seluruh pelaku usaha kuliner, diperbolehkan buka asalkan dengan layanan antar, beli tapi dibawa pulang atau take away. Lalu, penerapan jam malam. Seluruh pelaku usaha kuliner dan UMKM hanya diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 WIB. Sebelum PPKM kedai ini buka hingga pukul 24.00 WIB.

“Kenapa bayar 3 kali karena mereka sektor yang tidak terdampak. Mereka punya penghasilan tetap, pendapatan mereka stabil tidak seperti para pedagang kecil maupun pelaku UMKM,” ujar Cahya, Jumat, (16/7/2021).

Cahya mengatakan, dia sempat kebingungan saat baru memulai usaha harus terdampak dengan aturan PPKM Darurat. Sementara dia menganggap pemerintah kurang berpihak pada pelaku UMKM seperti dirinya, karena tidak mendapat bantuan sosial. Puncaknya, mereka mendapat teguran dari Satpol PP Kota Malang pada 12 Juli 2021 lalu.

“Kita kebingungan baru buka kemudian ketabrak aturan PPKM. Sempat jalan dan semakin hari semakin sepi. Terus terang saja, sebenarnya orangtua saya PNS kakak saya pegawai kesehatan. Mereka kan punya penghasilan tetap ekonomi mereka stabil sementara segmen lainnya sangat terdampak,” kata Cahya.

Cahya kemudian membuat promo satir seperti ini. Menurutnya, Pemerintah telah memainkan diksi dengan mengubah istilah lockdown menjadi PPKM Darurat. Sebagai siasat mereka juga membuat diksi bayar 3 kali lipat bagi PNS, ASN, dan Aparat yang mendapat gaji dari negara. Promo ini juga sebagai implementasi bantuan sosial oleh negara kepada pelaku UMKM.

“Kalau pemerintah bisa bermain diksi lockdown diganti PPKM Darurat. Kita juga bisa bermain diksi minta bansos dengan menaikan harga 3 kali lipat untuk pegawai pemerintahan dan aparat. Jadi istilahnya minta bansos itu kita ganti dengan promo bayar 3 kali lipat bagi PNS, dan aparat,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar