Banyuwangi (beritajatim.com) – Gombengsari, Kecamatan Kalipuro semakin memantapkan identitas sebagai daerah penghasil kopi di Banyuwangi. Bahkan, daerah ini disebut juga sebagai kampung kopi.
Lokasinya di ketinggian antara 450 hingga 600 mdpl. Ada sekitar 850 hektare lahan kopi dengan jumlah produksi mencapai 700 ton setiap tahun.
Bedanya, lahan kopi di Gombengsari ini masih mempertahankan kopi kebun rakyat. Lahan-lahan itu menghasilkan kopi robusta berkualitas dengan perlakuan maksimal.
Bahkan ada sejumlah kopi yang dibudidayakan secara organik. Hasilnya memiliki nilai tinggi sekaligus memberikan efek lebih menyehatkan.
Untuk mendorong pertanian di Gombengsari, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir di Pesta Rakyat Kopi Gombengsari tersebut menyerahkan bantuan 4.000 batang bibit kopi robusta kepada gabungan kelompok tani desa setempat.
BACA JUGA:
Banyuwangi Tanam Bawang Merah Solusi Pengendalian Inflasi
“Kopi di Banyuwangi bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana cara mempertahankan kebun kopi rakyat. Saya ingin kebun kopi rakyat di Banyuwangi lestari. Semoga bantuan bibit dari kami akan memberi banyak manfaat,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan bantuan bibit kopi di acara Pesta Rakyat Kopi Gombengsari beberapa hari lalu.
Ipuk mengatakan, Gombengsari merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Banyuwangi. Mayoritas kopi dihasilkan dari perkebunan rakyat.
“Kami mengadakan festival ini sebagai upaya membantu desa untuk mempromosikan kopi setempat. Agar apa yang telah dilakukan desa lebih dikenal secara luas,” kata Ipuk.
Pertanian kopi, kata Ipuk, menjadi bagian dari pengembangan potensi lokal Banyuwangi. Selain potensi lain yang menjadi andalan produksi pertanian.
“Pertanian kopi juga jadi salah satu prioritas pengembangan potensi lokal di sini,” terangnya.
BACA JUGA:
Banyuwangi Ijen Geopark Downhill Bertabur Pembalap Berkelas
Ipuk juga berpesan kepada para petani kopi setempat agar mempertahankan lahan perkebunan mereka.
“Event ini digelar sebagai upaya untuk mempertahankan kebun kopi rakyat yang ada di Banyuwangi,” katanya.
Berdasarkan data, jumlah sebaran sentra kebun kopi di Banyuwangi mencapai 15 ribu Hektare. Lokasinya berada di empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Songgon dan Kalipuro.
“Banyuwangi merupakan salah satu sentra kopi robusta terbesar di Jawa Timur dengan produksi rata-rata sebanyak 10.673 ton per tahun,” ungkap Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda. [rin/beq]






