Ekbis

Berkah Ramadan, Pengrajin Songkok Lamongan Banjir Orderan

Para pengrajin dan pengusaha songkok di desa Pengangsalan Lamongan menuai berkah saat menjelang Ramadan.

Lamongan (beritajatim.com) – Para pengrajin dan pengusaha songkok di desa Pengangsalan Lamongan menuai berkah saat menjelang Ramadan. Desa yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengrajin dan pengusaha songkok tersebut kebanjiran banyak pesanan songkok dari berbagai kota, baik kota di pulau Jawa maupun luar Jawa.

Salah satunya adalah Suwitomo (52), yang mengaku bahwa profesinya sebagai pengrajin songkok telah dijalaninya sejak tahun 1996 dan secara turun temurun dari keluarganya. Ia juga menyebutkan bahwa di desa Pengangsalan ini terdapat kurang lebih 200 pengrajin dan pengusaha songkok.

Warga RT 03 / RW 01, Desa Pengangsalan Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan Jawatimur ini mengatakan, pesanan songkok melonjak drastis di tahun ini ketika Ramadan tiba.

“Meningkat drastis jika dibandingkan Ramadan lalu. Tahun kemarin sepi. Hampir selama 1 tahun lebih saya tidak produksi, akibat pandemi covid 19. Sekarang saya harus menyelesaikan minimal 100 kodi per minggu,” ujarnya kepada┬áberitajatim.com┬ádi sela-sela produksi, Sabtu (17/04/2021).

Songkok hasil dari pengrajin desa Pengangsalan ini terkenal dengan harganya yang murah tapi memiliki kualitas yang tinggi. Songkok hasil kerajinan dari Suwitomo ini variatif, harganya tergantung dari bahan.

“Harganya per kodi mulai dari Rp320.000 untuk yang kualitas biasa, Rp420.000 untuk yang tengah, sampai Rp450.000 untuk yang premium. Tergantung kualitas bahan yang dipakai,” lanjutnya

Produksi songkok di tempat ini cukup sederhana, mulai dari pemotongan bahan sesuai ukuran permintaan, proses jahit untuk diberi bantalan, hingga proses finishing. Saat produksi, Suwitomo dibantu karyawannya, dan harus memastikan hasilnya pas dan rapi. Proses produksi berlangsung mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00, kadang juga sampai waktu sahur, karena harus lembur.

“Saya dibantu 5 orang karyawan setiap harinya, untuk memenuhi target pesanan, kita sering lembur sampai sahur,” imbuhnya.

Para pengrajin dan pengusaha songkok di desa Pengangsalan Lamongan menuai berkah saat menjelang Ramadan.

 

Sementara itu pengrajin lain di desa ini, A. Nurul Huda (42), juga menuturkan hal yang tak jauh beda. Ia memiliki 4 orang karyawan. Meskipun hanya produksi rumahan, tetapi songkok buatannya selalu mendapatkan banyak pesanan di bulan Ramadan dan menjelang lebaran.

“Iya mas, banyak banget yang memesan. Hingga kita sering lembur, bahkan kita sampai kehabisan bahan baku, kadang kita sering nolak, saking banyaknya pesanan,” kata A. Nurul Huda

Meskipun permintaan songkok melonjak, tapi Suwitomo dan A. Nurul Huda harus membatasi produksinya, hingga ia harus menolak beberapa pesanan songkok, kawatir waktunya tidak sesuai target pemesanan, dikarenakan jasa ekspedisi biasanya tutup saat H-10 lebaran.

Keduanya mengaku, bahwa banyaknya pesanan yang datang kepada mereka ini kebanyakan berasal dari kota Cirebon, Tegal, Majalengka, Cianjur, dan Palembang.(riq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar