Lamongan (beritajatim.com) – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lamongan 2024 semakin memanas. Hasil survei terbaru dari Duta Konsultan Survei Indonesia (DKSI) menunjukkan bahwa pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Yuhronur Efendi-Dirham Akbar Aksara, sementara unggul atas pasangan nomor urut 1, Abdul Ghofur-Firosya Shalati.
Berdasarkan survei yang digelar pada 21-26 Oktober 2024, Yuhronur-Dirham meraih elektabilitas 44,6 persen, unggul dibanding Abdul Ghofur-Firosya yang mendapatkan 35,9 persen.
Namun, survei juga mencatat adanya 19,5 persen pemilih yang masih ragu atau belum menentukan pilihan. Hal ini menunjukkan persaingan masih terbuka lebar, terutama dengan keberadaan pemilih yang dapat berpindah atau disebut swing voters.
Direktur DKSI, Firdaus, menjelaskan bahwa paslon petahana Yuhronur-Dirham memiliki pemilih setia atau strong voters sebesar 37,2 persen dan swing voters 7,4 persen. Sementara itu, Abdul Ghofur-Firosya memiliki strong voters 26,6 persen dan swing voters 9,3 persen. Firdaus menyebutkan bahwa kecenderungan perilaku pemilih di Kabupaten Lamongan hingga 27 November diperkirakan mencapai angka kemantapan pilihan sebesar 63,8 persen.
Dalam simulasi yang dilakukan DKSI, potensi perubahan elektabilitas antara kedua paslon masih memungkinkan, dengan rentang perubahan hingga 16,7 persen menjelang hari pemilihan pada 27 November 2024. Tingkat kehadiran atau partisipasi pemilih pada Pilkada Lamongan 2024 ini diprediksi mencapai 80,5 persen.
Survei DKSI menggunakan metode multi stage random sampling, melibatkan 2.844 responden yang tersebar di 27 kecamatan di Lamongan. Responden merupakan penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki hak pilih, dengan komposisi gender 53,8 persen perempuan dan 46,2 persen laki-laki. Survei ini memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Keunggulan elektabilitas pasangan Yuhronur-Dirham tah lepas dari kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Yuhronur selama periode pertama memimpin Lamongan.
Berbagai program yang dijalankan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Termasuk pelayanan publik yang terus ditingkatkan.
Antara lain dengan menghadirkan Mall Pelayanan Publik (MPP) mini berbasis digital di 3 Kecamatan yang letaknya cukup jauh dari kota, yakni Kecamatan Ngimbang, Babat dan Paciran.
Hadirnya MPP mini berbasis digital di kecamatan akan memberikan pelayana yang lebih efektif, mudah, nyaman, serta dapat diakses seluruh masyarakat Lamongan.
MPP mini berbasis digital menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari mengurus perizinan berusaha, perizinan non berusaha, pencanangan bulan Panutan Pembayaran Pajak Daerah, administrasi maupun hanya sekedar bertanya terkait informasi pengurusan administrasi, berkonsultasi dan lain sebagainya.
Selain MPP mini, komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan era kepemimpinan Bupati Yuhronur dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik juga dilakukan dengan menyediakan saluran pengaduan masyarakat melalui program “Lapor Pak YES!”.
Lapor Pak YES! adalah sebuah inovasi layanan pengaduan publik yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Platform ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, keluhan, atau laporan terkait berbagai layanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Dengan berbagai peningkatan layanan publik serta pembangunan daerah yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Lamongan dianugerahi penghargaan dengan kategori kinerja tinggi atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXVIII pada bulan April 2024. Pemerintah Kabupaten Lamongan mendapatkan skor 3,5018.
Sebelumnya Kabupaten Lamongan berhasil mendapatkan penghargaan Kabupaten sehat yang memiliki 9 tatanan dengan predikat Swasti Saba Wistara, yang merupakan tingkat tertinggi.
Pilkada Lamongan 2024 diikuti dua paslon, yaitu Abdul Ghofur-Firosya Shalati yang didukung tiga partai politik, dan Yuhronur Efendi-Dirham Akbar Aksara yang didukung 15 partai politik. [fak/beq]






