Surabaya (beritajatim.com) – Gelaran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2023 kembali digelar di Grand City Surabaya, 8-12 Maret 2023.
Diusung dengan tema Kilau Suwarna Kriya Nusantara para pengusaha batik di Jawa Timur dan sekitarnya pun menggelar pameran khas batik yang diikuti lebih dari 100 stand batik hingga Aksesoris lainnya.
Salah satunya yang menarik adalah batik dari Ponorogo, dimana Deskranasda Kabupaten Ponorogo kali ini menampilkan batik khasnya dengan gambar merak dan reog serta berwarna terang seperti hijau.
Istirokah, salah satu anggota Deskranasda Kabupaten Ponorogo mengatakan jika turut senang dengan adanya pemeran ini, selain bisa menunjukkan koleksi khas dari Ponorogo para pelaku UMKM bisa menjual produk baiknya kepada para pecinta batik.
“Adanya kegiatan ini bisa membantu para pelaku UMKM yang menjual batik khas Ponorogo dengan ciri merak dan reog karena dengan kegiatan ini para konsumen tahu jika ponorogo tidak kalah dengan daerah lain yang memiliki batik yang bagus dan cantik untuk di gunakan,” ungkapnya.
Baca Juga: Dekranasda Kota Malang Pamer Produk Andalan di Inacraft 2023
Dengan metode canting, batik berbahan dasar kain katun ini dijual mulai dari Rp300 ribu hingga jutaan rupiah tergantung pemilihan jenis batik yang dipilih, ada beberapa pilihan seperti batik tulis hingga batik cap.
Sementara itu Ketua Dewan Kerajinan Naisonal, Arumi Bachsin mengharapkan di pemeran ke 18 ini para pelaku UMKM bisa mendapatkan penjualan yang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana ini merupakan tahun pembuka para pelaku UMKM setelah pandemi lalu.
“Saya berharap ya Dipamerkan kali ini penjualan produk UMKM ini lebih banyak dibanding dengan tahun sebelumnya karena ini awal kebangkitan para pelaku usaha setelah mengalami kesulitan 3 tahun pandemi,” ungkap Arumi.
Lebih lanjut dikatakan Arumi untuk penjualan UMKM di Jawa Timur diakui ibu tiga anak ini masih belum sesuai dengan ekspetasi.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Kenalkan Produk Industri Kecil Menengah pada Peserta PKN
Maka tak salah jika tahun ini pihaknya ingin menggenjok produksi dan penjualan untuk produk lokal dan masyarakat lebih mencintai produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan luar negeri.
“Sebenarnya ada peningkatan produk dan penjualanya tapi jujur masih belum sesuai dengan ekspetasi kita dan makanya di tahun yang baru lembaran baru pasca pandemi ini kami akan genjot penjualan UMKM karena seharusnya tahun ini bisa lebih berbeda dengan tahun sebelumnya,” tutupnya.
Diketahui pameran ini gratis untuk para masyarakat yang ingin berbelanja Batik atau jalan-jalan melihat beragam Produk UMKM khas Jawa Timur.
Selain pameran dan penjualan produk, acara ini pun diwarnai berbagai pertunjukan seperti fashion show atau talkshow tentang mode fashion nusantara. [way/beq]






