Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) memastikan bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Ponorogo tahun ini mengalami kenaikan. Kenaikan kuota pupuk bersubsidi ini pada jenis pupuk Urea dan NPK.
Jika tahun 2022, alokasi pupuk Urea sebanyak 27.436 ton, pada tahun 2023 kali ini kuotanya bertambah menjadi 28.943 ton. Sehingga tahun 2023 ini, ada penambahan sebanya 1.507 ton untuk pupuk Urea.
Sedangkan untuk alokasi pupuk subsidi jenis NPK, penambahannya sebanyak 960 ton. Yakni dari alokasi NPK tahun 2022 lalu sebesar 13.880 ton, menjadi sebesar 14.840 ton untuk alokasi NPK tahun 2023 ini. “Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2023 ada kenaikan, jika dibandingkan alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2022 lalu,” ungkap Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo Masun, Jumat (10/3/2023).
BACA JUGA:
Beli Pupuk Bersubsidi, Petani Ponorogo Diminta Sertakan Titik Koordinat Lahan
Kenaikan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Ponorogo ini, kata Masun karena adanya pengurangan alokasi jenis pupuk bersubsidi. Jika sebelumnya ada Urea, NPK dan pupuk organik. Tahun ini, untuk alokasi pupuk bersubsidi hanya ada 2 jenis pupuk. Yakni pupuk Urea dan NPK. “Tahun 2023 ini hanya ada 2 jenis pupuk bersubsidi, yakni jenis Urea dan NPK,” katanya.
Masun menjelaskan bahwa pengajuan pupuk bersubsidi ini, melalui e-RDKK ke Kementerian Pertanian. Di Kementerian Pertanian itulah diputuskan jumlah alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Ponorogo. Dia menyebut tahun 2023 ini pihaknya mengikuti peraturan menteri pertanian nomor 10 tahun 2022 dengan name by adress dengan NIK saat pengajuan di Kementerian Pertanian. Kemudian, Kementerian Pertanian menetapkan alokasinya.
BACA JUGA:
Jual Pupuk Bersubsidi Tanpa Izin, Polisi Amankan Warga Ponorogo
“Alokasi itu kemudian disampaikan ke Pemkab Ponorogo dari Kementerian Pertanian untuk dibagikan ke petani melalui e-alokasi,” katanya.
Dia menambahkan bahwa jika nanti dalam perjalanannya ada kekurangan alokasi pupuk bersubsidi, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo akan mengajukan lagi ke Kementerian Pertanian. “Tahun lalu ada pengajuan penambahan pada bulan Juni, nah sebulan kemudian turun alokasi tambahan 12 ribu ton,” pungkasnya. [end/suf]






