Surabaya (beritajatim.com) – Founder Haibooca Dokter Gigi Veronica Sabathania bersama tiga dokter lainnya mengadakan talkshow kesehatan edukasi stunting dalam rangka HUT ke-78 RI. Acara ini berlangsung di Atrium 2 Tunjungan Plaza Mall Surabaya, pada minggu lalu.
Tiga dokter yang terlibat, yaitu Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (dr. Tizar Dwi Satyoputro, Sp. OG, M.Ked.Klin), Dokter Spesialis Anak (dr. Dyah Wikanesthi, Sp. A) dan Dokter Muda Yovita Alviana, S.Ked. Acara ini menarik perhatian pengunjung Mall Tunjungan Plaza Surabaya, selain bisa berkunjung ke Stand Hi-Market Surabaya mereka mendengarkan edukasi tentang pentingnya pencegahan stunting.
Acara Talkshow Kesehatan ini di moderatori oleh dokter muda Yovita Alviana, S.Ked,. Dokter muda berprestasi yang juga puteri kesenian Jawa Timur 2022. Materi yang disampaikan pemateri berupa cara pencegahan stunting edukasi terhadap ibu dan ayah, deteksi dini stunting selama di kandungan ibu.
Baca Juga: Kronoligi dan Penyebab Kebakaran Gedung BBPMP Jawa Timur, Dua Orang Nekat Loncat dari Lantai 2
Selain itu, ada juga materi pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) bagi bayi yang baru lahir. Kemudian pencegahan stunting pada anak, terapi pengobatan, dan cara membedakan anak yang pendek karena stunting dan genetik dari lahir.
Dalam talkshow kesehatan edukasi terkait stunting tersebut, dr. Dyah Wikanesthi, Sp. A menjelaskan bahwa ASI memiliki kandungan gizi yang mudah terserap sempurna pada tubuh bayi. Identifikasi anak yang pendek karena memang genetik dan stunting dapat dibedakan.
“Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, atau kah Anak yang pendek karena berasal genetik dari kedua orang tuanya,” ujar dr. Dyah.
Baca Juga: Rotary Club Surabaya Gelar Seminar Cara Hindari Stunting
Sementara itu, dr. Tizar Dwi Satyoputro, Sp. OG, M.Ked.Klin menjelaskan bahwa penting untuk mendeteksi stunting ini sejak anak masih dalam kandungan ibu. Kemudian juga penting memeriksakan kandungan
Tingkat Stunting di Indonesia masih cukup tinggi, dimana Indonesia menduduki peringkat 2 se-Asia Tenggara, dan peringkat 5 di Dunia. “Oleh sebab itu, peran kedua orang tua antara ayah dan ibu juga sangat penting terhadap kecukupan kesehatan gizi pada ibu dan anak,” ujar Dr Tizar.
Terlihat antusias peserta yang datang kemudian memberikan pertanyaan terkait bahaya stunting. Edukasi ini penting disampaikan kepada masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak. Acara Talkshow Kesehatan ini juga didukung oleh rumah sakit ibu dan anak Lombok Dua Dua Lontar Surabaya. (dan/ian)






