Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya akhirnya mendepak pelatih Eduardo Perez pada Sabtu (22/11/2025) malam. Eduardo kehilangan pekerjaannya setelah Persebaya ditahan imbang Arema FC dengan skor 1-1.
Persebaya mendatangkan bekas pelatih PSS Sleman itu pada awal musim ini. Eduardo menggantikan Paul Munster yang pindah ke klub Bhayangkara Presisi.
Selama sebelas pertandingan memimpin Persebaya, Eduardo hanya memberikan empat kemenangan untuk tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. Sementara itu, Persebaya sudah menderita tiga kekalahan dan empat kali imbang.
Catatan gol Persebaya juga tidak impresif. Bajul Ijo cuma mencetak 13 gol saja dari sebelas laga. Parahnya, Persebaya sudah sebelas kali kebobolan.
Dengan empat kemenangan dan empat kali seri itu, Persebaya hanya mengumpulkan 16 angka. Bajul Ijo kini terseok-seok di papan tengah klasemen Super League.
Sebelumnya, Persebaya tampil mengecewakan saat ditahan imbang Arema FC dengan skor 1-1 pada Sabtu sore di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Meski mendominasi penguasaan bola, namun Persebaya sulit mencetak gol.
Imbas dari hasil seri itu, keseluruhan tim Persebaya harus meminta maaf dengan berkeliling stadion usai laga. Selain itu, Bonek pun mendesak keras agar Eduardo dipecat. Benar saja. Harapan Bonek dikabulkan manajemen Persebaya pada Sabtu tengah malam.
“Persebaya hari ini (22/11) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez. Terima kasih atas kerja sama selama enam bulan terakhir,” tulis manajemen Persebaya. [faw/suf]






