Jombang (beritajatim.com) – Durian di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang sudah ada yang panen. Warga menyebutnya dengan durian apitan. Yakni, durin yang panen di sela musim. Karena puncak panen pada Januari hingga Maret 2024.
Namun demikian, di sepanjang jalan menuju Wonosalam Jombang sudah ada penjual yang menawarkan buah berduri tersebut. Begitu juga di pohon milik petani. Buah durian sudah nampak bergelantungan dengan menebar aroma khas.
Ada yang masing mentah, ada juga yang sudah masak di pohon. Warga memprediksi panen durian musim ini sangat bagus. “Sudah ada durian, tapi musim apitan. Biasanya disebut durian apitan. Jumlahnya masih sedikit. Nanti puncak panennya pada Januari hingga Maret,” ujar Hadi (56), warga Desa Jarak Kecamatan Wonosalam, Minggu (26/11/2023).
Hadi memprediksi, panen durian musim ini hasilnya bagus. Hal tersebut bisa dilihat saat apitan seperti ini. “Meski apitan, tapi jumlah durian sudah banyak. Tentu saat panen raya semakin banyak,” ujar petani Wonosalam ini.
BACA JUGA: Petani Durian Wonosalam Sumringah, Dagangannya Diborong Ketua AKD Jombang
Durian asli Wonosalam memiliki rasa yang cukup khas. Buah berduri tersebut memiliki rasa manis pahit dan gurih. Maka tidak heran, ketika musim durian banyak pengunjung luar kota memburu buah tersebut.
Sudah begitu, harga yang dipatok juga terjangkau kantung. Yakni, mulai Rp30 ribu per butir. Semuanya tergantung jenis dan ukuran buah tersebut. Karena terdapat beberapa varietas di kawasan ini.
Mulai dari durian lokal, durian bido, montong, simas, hingga durian musang king. Kalau durian lokal, harga yang dipatok oleh pedagang antara Rp 35 hingga Rp 50 ribu per butir. Sedangkan durian bido harganya mulai Rp 100 ribu per butir. “Harganya bervariasi. Tergantung varietas,” ujarnya.

Populasi pohon durian di Wonosalam terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Berdasarkan data di Dinas Pertanian setempat, pada 2021 populasi durian di Wonosalam mencapai 192.152 pohon.
Hal itu berdasarkan pendataan yang dilakukan lintas sektor: Bappeda, Dinas Pertanian, Asosiasi Komoditi (Askom), serta Poktan (Kelompok Tani) dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Setiap pohon didata dan diberi barcode.
Isinya identitas pohon tersebut, mulai lokasi hingga jenis buah durian. Dari hasil pemetaan itu diketahui jumlah tanaman durian di Kecamatan Wonosalam tercaatat 192.152 pohon. Rinciannya, tanaman sudah berbuah atau menghasilkan sebanyak 112.521 pohon, sedangkan yang belum menghasilkan 79.632 pohon.
Kontes Durian Wonosalam Jombang Tarik Minat Wisatawan Malaysia
Sebanyak 192.152 pohon durian tersebut tersebar di sembilan desa di Kecamatan Wonosalam. Paling banyak di Desa/Kecamatan Wonosalam tercatat 62.714 pohon atau 32,64 persen. Paling sedikit di Desa Wonokerto, yakni 2.631 pohon atau 1,37 persen. Populasi tertinggi selanjutnya di Desa Jarak, yakni 35.868 pohon durian atau 18,67 persen.
Lalu, Desa Carangwulung sebanyak 33.767 pohon durian atau 17,57 persen. Disusul kemudian Desa Panglungan tercatat 20.675 pohon durian atau 10,76 persen. Desa-desa lainya jumlah populasinya antara 8 hingga 2 persen. [suf]






