Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak lima partai politik di parlemen Banyuwangi resmi mendukung dan mengusung calon bupati petahana Ipuk Fiestiandani. Partai itu di antaranya, Gerindra, PPP, Demokrat, Nasdem dan Golkar.
Di Banyuwangi, hanya ada tujuh partai yang masuk dan mendapatkan kursi di DPRD Banyuwangi. Selain lima partai di atas masih ada PKB dan PDI Perjuangan. Keduanya merupakan pemenang urutan 1 dan 2 di Pileg lalu. PDI Perjuangan berada di posisi teratas dengan 11 kursi. Sedangkan, PKB mendapat 9 kursi di DPRD.
PDI Perjuangan menurut keputusan lama, bisa mengusung atau mengusulkan sendiri calon bupati di Pilkada Banyuwangi. Kendati demikian, keputusan itu belum juga ada titik terang.
Padahal pada periode lalu, partai berlambang kepala banteng moncong putih ini merupakan pendukung dari Ipuk Fiestiandani dan Sugirah. Sehingga, hingga kini menjadi pertanyaan apakah partai pemenang di Pilkada Banyuwangi ini akan pindah ke lain hati.
Sedangkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih keukeuh mengusung calon bupati dari kader atau orang pilihannya. Meskipun, dari hitungan keputusan awal terkait ambang batas pencalonan kepala daerah belum mencukupi.
Sehingga, jika mengusung calon harus mendapatkan dukungan dari partai lain. Dan, itu jika dimungkinkan hanya tinggal PDI Perjuangan.
Dukungan gabungan lima partai seolah terjun bebas terhadap bupati petahana Ipuk Fiestiandani. Hal ini memunculkan anggapan jika terjadi adanya transaksional dan aksi borong dukungan terhadap satu pasangan calon bupati.
Akan tetapi, masih ada waktu bagi partai politik yang tersisa untuk mencabut anggapan itu. Caranya dengan mengusung atau mencalonkan pasangan dari partai masing-masing.
Namun, jika partai politik tersisa justru merapat ke lima partai lainnya. Artinya, di Banyuwangi tidak akan ada pasangan lain, tidak ada lawan atau melawan kotak kosong menjadi kenyataan. (rin/kun)






