Jember (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, akan membentuk kelompok suporter Persid yang terdiri atas personel polisi bernama South Sector Police. South Sector adalah nama kelompok pendukung Persid yang biasa berada di tribun selatan Stadion Jember Sport Garden.
Hal ini disampaikan Wakil Kepala Polres Jember Komisaris Ferry Dharmawan, dalam acara halalbihalal Persid, di Dira Cafe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (15/4/2026) malam. “Kalau perlu kita upayakan membentuk South Sector Police,” katanya.
Ferry ingin meniru Kepolisian Resor Kota Malang yang membuat Arema Police. “Di Malang Kota ada Arema Police, satu-satunya kelompok suporter sepak bola yang beranggotakan aparat kepolisian. Ke mana pun Arema bertanding, Arema P:olice selalu ikut. Kami kawal menggunakan patwal polisi lalu lintas,” katanya.
Apalagi, lanjut Ferry, banyak personel kepolisian yang berusia muda dan menyukai sepak bola. “Itu yang akan kami maksimalkan untuk bisa mendukung Persid. Sebisa mungkin nanti kami akan melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap teman-teman Persid, terutama pertandingan home dulu. Nanti kami upayakan, kalau memang away kami bisa mengawal, kami akan memberikan pengawalan,” katanya.
Ferry mengatakan, Polres Jember merasa memiliki Persid, klub sepak bola yang saat ini berlaga di Liga 4. Dia ingin suporter dan manajemen Persid bisa beranjangsana dan bertemu dengan Kepala Kepolisian Resor Jember.
Setelah manajemen dan suporter Persid beranjangsana ke Markas Polres Jember, Ferry ingin aparat kepolisian bisa datang dan mendukung klub berjuluk Macan Raung itu. “Sekaligus ini upaya kami untuk mengamankan setiap pertnndingan Persid,” katanya.
Ferry berpesan agar tidak ada lagi kericuhan setelah pertandingan, sebagaimana saat Persid menghadapi Persida Sidoarjo, di Stadion JSG, 19 Januari 2026. Saat itu bus yang ditumpangi tim Persatuan Sepak Bola Indonesia Sidoarjo (Persida) menjadi sasaran lemparan batu, dalam perjalanan kembali ke penginapan Hotel Kebonagung, usai pertandingan.
“Suporter harus siap menang dan siap kalah. Saya yakin suporter Persid sudah dewasa, siap menang dan siap kalah,” kata Ferry.
Ferry juga mengusulkan kepada suporter Persid untuk meniru Bonek, suporter Persebaya, yang membentuk badan hukum yang menaungi kelompok mereka
“Semuanya memegang kartu tanda anggota. Gunanya ini memberi kepastian hukum kepada rekan-rekan semua, mendapat jaminan asuransi saat menyaksikan Persid bertanding. Ini sudah diterapkan di Bonek, dan di Aremania Utas sedang berproses,” kata Ferry. [wir/beq]






