Sidoarjo (beritajatim.com) – Kasus dugaan pencurian motor polisi di kantor polisi dengan terduga oknum polisi dilesaikan secara kekeluargaan. Prosesnya masih menyentuh soal kedisplinan. Unsur pidananya sampai saat ini belum diketahui karena belum ada pernyataan resmi dari pihak Polresta Sidoarjo.
Kasi Propam Polresta Sidoarjo AKP I Gede Putu Atmagiri, membenarkan proses disiplin terhadap Briptu R yang diduga membawa lari motor Briptu D (sama-sama anggota patwal) pimpinan di Mapolresta Sidoarjo, saat parkir di halaman Masjid Assidiq area Mapolsekta Sidoarjo Jalan Kombes Pol M Duriyat 45 Sidoarjo, “Masih diproses untuk disiplinnya,” katanya singkat menjawab konfirmasi wartawan, Sabtu (14/1/2023).
Terkait kasus unsur kriminal dari perbuatan yang dilakukan oleh Briptu R, sampai kini belum ada kejelasan maupun penjelasan resmi dari pihak Polresta Sidoarjo.
Sumber wartawan ini mengatakan soal proses unsur kriminalnya, dirinya belum mendengar. Kalau proses disiplin dari Propam Polresta Sidoarjo, sudah didengarnya.
“Soal sidang disiplin, saya mendengarya. Terkait adanya unsur kriminal atau tidak, penyidik yang biasa menangani kriminalitas dalam pengungkapan kasus, juga tidak ada yang berani. Baik bertanya, bertindak maupun lainnya. Jawab mereka, itu kewenangan pimpinan,” kata sumber, Senin (16/1/2023).
Ia mengutarakan, semestinya kalau memang ditemukan ada unsur kriminalitas dalam kasus tersebut, seyogyanya ada tindakan hukumnya. Jika tidak ada dengan alasan sudah ditempuh secara kekelurgaan, harus dijelaskan beserta alasannya, biar semuanya jelas.
“Kasus ini sudah viral, tidak baik kalau ditutup-tutupi. Masak kalau betul ada unsur tindakan kriminalitas, dibiarkan. Katanya semua warga itu sama di depan hukum,” paparnya keheranan.
Wartawan ini mencoba konfirmasi ke Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo via aplikasi WhatsApp, tanda pesan juga sudah centang dua, tapi belum memberikan tanggapan atau menjawab resmi soal proses unsur kriminal kasus motor hilang selama lebih dari sebulan di Mapolsekta Sidoarjo itu.
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Yanto Mulyanto pimpinan dari Briptu R yang ditempatkan untuk pengawalan pimpinan Mapolresta Sidoarjo, yang terduga terlibat kasus viral itu, tidak menjawab konfirmasi wartawan ini via ponselnya.
Pesan konfirmasi via aplikasi WhatsApp yang dilakukan wartawan ini, juga bertanda dua centang sejak Minggu (15/1/2023) malam. Sampai berita ini ditulis, belum membalas. Bisa mungkin konfirmasi itu sudah terbaca, hanya saja tanda dua centang biru dalam pengaturan aplikasi WhatsApp itu tidak dinyalakan oleh pemilik ponsel.
Seperti diketahui, motor Yamaha N-Max milik Briptu D yang hilang di parkiran halaman Masjid Assidiq eks Mapolresta Sidoarjo lama di Jalan Kombespol M. Duriyat 25 Sidoarjo yang kini dijadikan Mako Polsekta Sidoarjo, pernah diunggah pemilik akun Rikza S di sebuah laman beranda E100 akun resmi milik Suara Surabaya. Unggahan itu viral.
Tulis Rizka S di beranda Facebook E100 7 Des 2022, Izin lapor, Pada Hari Selasa, 6 Desember 2022 telah kehilangan sepeda motor NMAX NOPOL W 2011 NAR di wilayah parkiran masjid mapolsek kota Sidoarjo.
Dengan kronologi sebagai berikut:
Sepeda motor parkir di masjid Mako lama jam set 6 pagi kondisi Motor terkunci stir dan tertutup kunci nya,
Lalu setelah itu ditinggal piket patwal dan pulang jam 8 malam, motor sudah tidak ada di tempat asal parkirnya.
Sudah cek cctv di Polsek, namun cctv Polsek ternyata hanya menyala saja tidak di rekam.
Ciri-ciri khusus motor:
N-MAX warna Hitam Doff nopol W 2011 NAR dengan ciri” lampu sein depan berwarna biru, lampu kota warna biru serta lampu belakang ada accesoris hitam garis-garis. Hilang beserta dengan helm bobo warna hitam.
Belakangan, di bulan Januari 2023 ini, kasus pencurian motor milik anggota patwal ini terungkap. Pelakunya adalah oknum polisi sendiri berinisial Briptu R yang juga teman korban, yang sama-sama bertugas menjadi anggota patwal pimpinan di Mapolresta Sidoarjo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”curi-motor-polisi”]
Kasus itu terungkap, motor dugaan hasil curian yang sudah dipasangi stiker oleh terduga pelaku di Taman Pinang Sidoarjo, diketahui korban sedang dipakai oleh terduga pelaku.
Ada ciri khas yang masih dikenali oleh korban Briptu D, yakni di bawah stir kemudi motor NMAX miliknya masih ada cantolan yang masih menempel. Melihat motor dipakai temannya sendiri itu, korban Briptu D langsung menegur dan memintanya dari tangan Briptu R, dan kemudian melaporkan temuannya ke pimpinan.
Kasus tersebut sudah diambil alih oleh pimpinan, karena melibatkan sama-sama anggota patwal pimpinan. “Sudah ditempuh atau disikapi secara kekeluargaan,” ungkap sumber tiga hari yang lalu. [isa/but]






