Mojokerto (Beritajatim.com) – Dengan berjalan kaki melewati para pengrajin batu bata merah, pelaku Edy Susanto (39) bersembunyi di kebun tebu Dusun Botok Palung, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Selama tiga hari persembunyiannya, pelaku mencuri makanan dan minuman para pengrajin batu bata merah.
“Ada anjing pelacak, banyak polisi datang dari arah utara (Jalan Desa Temon, red). Yang ditangkap satu orang, iya (pelaku pembunuh Rizki Ardianto, red). Kira-kira jam 1. Banyak polisi dan orang kampung juga,” ungkap salah satu warga Kasiman (50).
Masih kata pengrajin batu bata merah ini, petugas dibantu warga sekitar mengepung pelaku yang bersembunyi di kebun tebu dekat area Makam Kubur 1. Kasiman menjelaskan, jika petugas datang ke lokasi sekira pukul 11.00 WIB untuk melakukan penangkapan pelaku dengan membawa anjing pelacak.
“Belum langsung nangkap. Datang sekitar jam 11, balik dan membawa pelaku jam 1. Sekitar 3 jam di lokasi, ada dua kali tembakan ke atas. Pelaku tidak ditembak tapi tembakan ke atas terdengar dua kali. Ya sembunyi di kebun tebu dari Selasa itu (aksi pembunuhan terjadi pada Selasa, red),” katanya.
Kasiman bersama para pengrajin batu bata melihat pelaku lewat linggan (tempat pembakaran batu bata merah, red) usai melakukan aksi pembunuhan, Selasa (24/8/2021) lalu. Pelaku lewat sekira pukul 14.00 WIB, wamun warga tidak mengetahui jika pelaku merupakan pelaku pembunuhan.
“Lewat sini tapi kita tidak tahu kalau dia pelaku pembunuhan. Jalan kaki, santai gitu tapi sebelumnya lari dari utara tapi pas lewat sini jalan kaki. Pakai sandal kok ke arah selatan. Tiga hari itu ya di situ, wong di sebelah sana (selatan, red) kan banyak linggan. Makanan sama minuman orang-orang hilang,” ujarnya.
Diduga makanan dan minuman para pengrajin batu bata merah yang dibawa dari rumah tersebut hilang diambil pelaku. Pasalnya, selama tiga hari pelaku bersembunyi di kebun tebu yang jauh dari warung. Ditambah identitas dan foto pelaku juga sudah disebar pihak Polres Mojokerto.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pembunuhan-mojokerto”]
“Ibunya tinggal di belakang korban ditemukan tapi itu bapak sambung. Ibunya cerai, nikah dan tinggal di sini. Ibunya meninggal, bapaknya katanya juga meninggal jadi sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Mungkin itu akhirnya dia sembunyi di kebun tebu,” jelasnya.
Dari informasi yang digali Beritajatim.com di lapangan, pelaku merupakan residivis dan pernah mendekam di Lapas Klas IIB Jombang. Bahkan pelaku dua kali masuk penjara lantaran kasus pencurian. Pelaku merupakan duda cerai pada tahun 2011 lalu. [tin/but]







