Magetan (beritajatim.com) – Selama hampir dua tahun ditawarkan, belum ada investor yang berminat untuk membangun tiga proyek di Sarangan dan sekitarnya. Pemkab Magetan beralasan banyak investor yang masih wait and see kareena gelombang perekonomian yang belum meyakinkan selama pandemi.
Bupati Magetan Suprawoto mengungkapkan kalau pihaknya masih terus berupaya untuk mewujudkan kawasan wisata yang lebih baik. Namun, hasil pertemuan terakhir dengan seluruh pejabat Pemprov, menyatakan kalau kondisi Badan usaha belum kondusif.
“Karena kondisi pandemi memang memberikan dampak yang hebat. Tentu kami tetap mengusahakan. Revitalisasi Sarangan kan butuh skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha sehingga kami tetap beri atensi untuk hal ini,” kata Suprawoto, Minggu (1/5/2022)
Mantan Sekjen Kominfo itu menyebut kalau saat ini pihaknya perlu menunggu. Toh, salah satu dari tiga proyek besar sesuai dengan Perpres 80 tahun 2019 itu memiliki kondisi yang sama dengan proyek di daerah lain yang belum bisa berjalan selama dua tahun ini.
“Tapi ini kan tetap berkelanjutan. Proyek ini sudah masuk rencana pembangunan jangka panjang Pemprov Jatim. Utamanya proyek selingkar Wilis dan termasuk Magetan,” kata Kang Woto sapaan lekat Suprawoto.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sementara ajukan duit untuk pengembangan Sarangan dengan duit Rp 450 miliar. Dana itu difokuskan untuk tiga pengembangan yang bakal berskema kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Yakni skema transportasi penghubung Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu, Teras Sarangan yang disiapkan di Ngerong, Desa Dadi, Plaosan, Magetan, serta pembangunan kios di sebelah barat Telaga Sarangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”telaga-sarangan”]
Masing – masing anggaran untuk tiga proyek yang bakal diserahkan pada jinvestor itu bernilai sekitar Rp 300 miliar, Rp 100 miliar, dan sisanya Rp 50 miliar. Menurutnya, jumlah itu adalah angka perkiraan global. Sehingga, nilai itu bisa saja berubah tergantung detail engineering design dari investor sendiri.
Khusus untuk cable car, kemungkinan panjangnya sampai 1.000 meter. Mulai dibangun di sebelah utara telaga memanjang sampai ke Telaga Wahyu. Di bawahnya juga terdapat fasilitas – fasilitas lain yang bakal menunjang. Pun, untuk pembangunannya butuh waktu sekitar setahun sebelum benar – benar bisa berfungsi total.
Pembangunan Teras Sarangan yakni berupa hotel bintang lima yang terdapat convention hall di dalamnya jadi prioritas. Jika ingin mengundang investor tentu harus membuat wajah yang cukup cantik. Dengan begitu, tak butuh waktu lama, maka kelengkapan lain yang perlu dibangun di Sarangan bisa segera disusul. Khususnya yang memiliki skema yang sama. Juga, cable car yang bakal jadi daya tarik baru bagi wisatawan. [fiq/suf]






