Blitar (beritajatim.com) – Dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar, yakni SPPG Pakunden dan SPPG Tlumpu, resmi menghentikan operasional layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara waktu. Menanggapi situasi ini, Koordinator Wilayah SPPI-Ka SPPG Kota Blitar, Imam Samsudin, akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi.
Imam membenarkan bahwa aktivitas produksi di dua dapur umum tersebut berhenti total per pekan ini. Ia menegaskan bahwa masalah yang dihadapi SPPG Pakunden dan Tlumpu hanyalah persoalan teknis belaka, bukan disebabkan oleh krisis anggaran yang serius. Menurutnya, proposal pengajuan dana sebenarnya sudah disetujui, namun tertahan di proses pencairan.
“Tidak ada kendala yang cukup berarti, itu hanya karena faktor antrian saja mas. Sebenarnya untuk proposal pengajuan dari masing-masing SPPG, statusnya sudah disetujui,” ujar Imam Samsudin, Senin (15/12/2025).
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa keterlambatan ini turut dipengaruhi oleh momentum akhir tahun. Prosedur administrasi jelang tutup buku membuat antrean pencairan dana menjadi lebih padat, sehingga berdampak pada ketersediaan dana operasional harian di kedua dapur umum tersebut.
“Cuma ya masalah antrian pencairan saja, sama mungkin karena ini akhir tahun, jelang tutup buku, sehingga agak terkendala sedikit,” tambahnya.
Meskipun operasional di Pakunden dan Tlumpu terhenti, Imam memastikan program MBG di Kota Blitar secara keseluruhan masih berjalan. Dari total 11 SPPG yang aktif, sembilan unit lainnya masih beroperasi normal. Kasus di dua wilayah ini menjadi sorotan karena sebelumnya sempat memicu kekhawatiran warga terkait kejelasan nasib program gizi tersebut.
Mewakili pihak pengelola, Imam Samsudin menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat atas gangguan layanan ini. Ia berharap proses administrasi segera rampung agar dapur umum dapat kembali mengepul.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat Kota Blitar, utamanya penerima manfaat dan relawan yang terdampak. Mohon doa dan dukungannya, semoga dua SPPG tersebut bisa segera beroperasi lagi, dan program MBG bisa terus bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kota Blitar,” pungkasnya. [owi/aje]






