Lumajang (beritajatim.com) – Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tetap masuk sekolah secara normal pasca peristiwa ambruknya gedung kelas pada Minggu malam (9/11/2025).
Sebelumnya, dua ruang kelas SDN Sukorejo dilaporkan ambruk. Penyebabnya, karena bagian atap gedung sudah mengalami lapuk termakan usia. Beruntung peristiwa ambruknya ruang kelas yang terjadi saat malam hari membuat tidak sampai jatuh korban.
Salah satu guru SDN Sukorejo Niken Raffitri mengatakan, meski tetap bisa bersekolah dengan normal, siswa sekolahnya tetap mendapat pengawasan ketat agar tidak mendekati dua ruang kelas yang ambruk.
Selain memberi pengawasan, pihak sekolah juga memberi pembatas pada dua kelas yang ambruk. “Langkah ini kita lakukan untuk mencegah siswa bermain-main di sekitar ruang kelas yang sudah ambruk,” terang Niken, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, dua ruang kelas yang ambruk selama ini memang dibiarikan kosong dan sudah lama tidak terpakai. Sehingga, ambruknya bangunan tersebut tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
”Jadi, kalau ruangannya memang sudah sekitar dua tahunan tidak digunakan, karena memang kelebihan ruang kelas,” tambah Niken.
Meski tidak sampai mengganggu aktivitas belajar, pembatasan aktivitas siswa di sekitar ruang kelas yang ambruk tetap dilakukan. “Sebisa mungkin waktu di luar kelas kita batasi karena khawatir mereka main di area yang ambruk,” ungkap Niken. [has/suf]






