Surabaya (beritajatim.com) – Dua pelaku pemerkosaan siswi SMP di Surabaya hingga hamil 5 bulan tertangkap pada Sabtu (29/4/2023). Keduanya diamankan di waktu yang berbeda.
“Satu pelaku kami amankan dulu kemarin Jumat (28/4/2023). Lalu hari ini barusan sudah kami tangkap lagi,” ujar Kasubnit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Tri Wulandari, saat dihubungi beritajatim.com.
Wulan menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua pelaku. “Nanti setelah selesai semua pasti kita rilis. Sabar njeh,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Polrestabes Surabaya langsung bergerak cepat mendalami kasus pemerkosaan siswi SMP oleh dua pemuda. Sebelum diperkosa, siswi tersebut dicekoki minuman keras pada Desember 2022 lalu.
Kasus pemerkosaan ini terungkap ke publik usai Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i mendapatkan laporan tentang kondisi korban yang sudah hamil 5 bulan. Imam lantas berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, dan menyarankan keluarga agar melapor ke Polrestabes Surabaya.
Baca Juga:
Polrestabes Surabaya Dalami Kasus Pemerkosaan Siswi SMP yang Dicekoki Miras
Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Tri Wulandari membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Namun, saat ini pihaknya masih meminta keterangan kepada korban.
“Mohon waktu masih introgasi korban. Nanti detailnya akan kami sampaikan,” ujar Wulan saat dihubungi Beritajatim.com, Kamis (27/4/2023).
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, pelajar salah satu SMP di Surabaya diperkosa dua pemuda berandal setelah dicekoki minuman keras. Aksi pemerkosaan itu terjadi Desember 2022 namun baru diceritakan korban ke orangtuanya saat lebaran kemarin.
Ibu korban curiga karena gerak gerik putri sulungnya itu seperti orang hamil. Setelah ditanya pelan-pelan, korban akhirnya mengakui.
Lalu kasus pemerkosaan ini disampaikan kepada anggota DPRD Surabaya Imam Syafi’i. Anggota Komisi A bidang hukum dan pemerintahan ini pun langsung melakukan advokasi dan pendampingan di hari pertamanya masuk kerja pasca-libur Idul Fitri.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya Selasa malam. Hari ini, korban divisum di RS Bhayangkara Polda Jatim. Setelah itu korban langsung opname di RSUD Soewandhie karena kondisi kesehatannya menurun.
“Saya sudah komunikasi dengan dr Billy (direktur RSUD Soewandi). Saya ceritakan garis besar kejadiannya. Dokter Billy langsung care,” ujar Imam.
Baca Juga:
Pelajar SMP di Surabaya Dicekoki Miras dan Diperkosa 2 Pemuda
Anggota dewan dari Partai Nasdem ini juga sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkot Surabaya Ida Widayati untuk ikut menangani masalah ini. Sebab, saat ini korban mengalami trauma berat.
“Alhamdulillah Bu Ida langsung respon cepat. Timnya sudah bertemu dan berdialog dengan korban,” papar wakil rakyat yang berlatar belakang wartawan dan pengacara itu.
Menurut Imam, korban bukan salah pergaulan. Siswi SMP ini tipe cewek pendiam. Dia lebih banyak di dalam rumahnya di Kecamatan Bubutan.
Saat kehadiran korban diajak tetangganya beli makanan. Ternyata pulangnya mampir di rumah seorang pemuda di kampung tidak jauh dari rumah korban.
Di dalam rumah sudah ada tiga pemuda sedang pesta miras. Korban dipaksa ikut minum. Karena tidak pernah minum, kepala korban langsung pusing. Saat itulah, dua dari tiga pemuda tersebut menistakan korban.
Korban adalah sulung dari tiga bersaudara berlatar keluarga miskin. Bapaknya kerja serabutan, sedangkan ibunya mengais rezeki dengan mengamen.
Terkait kasus ini, pertama, Imam minta Pemkot Surabaya mengatasi kesehatan fisik dan psikis korban. Kedua, polisi harus secepat-cepatnya menangkap pelakunya. Ketiga, tidak bisa ditawar lagi, polisi dan Satpol PP harus serius memberantas peredaran minuman beralkohol ilegal terutama di dekat perkampungan.
“Sudah terbukti banyak mudaratnya. Sama sekali tidak ada kebaikannya,” terang Imam. [ang/beq]






