Jombang (beritajatim.com) – SMK Islam Mbah Bolong Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada Selasa, 29 Juli 2025, sekolah ini menggelar apel pagi yang tidak hanya menjadi ajang rutin, tetapi juga momen spesial untuk memberikan apresiasi kepada dua murid yang telah mengharumkan nama sekolah di Olimpiade Nasional Pelajar Muslim Indonesia (ONPMI).
Laila Anju Muhzuriyah dan Nuryah Khanza Zahirah, dua murid kelas XII Jurusan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), berhasil meraih medali emas dan perak di bidang Al-Quran Hadits dan Aqidah Akhlak.
Laila Anju Muhzuriyah meraih juara pertama dengan medali emas di bidang Al-Quran Hadits, sementara Nuryah Khanza Zahirah berhasil meraih juara kedua dengan medali perak di bidang Aqidah Akhlak.
Kedua siswi ini berkompetisi di ajang ONPMI yang diselenggarakan oleh Lingkar Study Cendekia dan GrowUp Foundation di Jakarta pada 6 Juli 2025. Kepala SMK Islam Mbah Bolong, M. Agung Wirawan, menyatakan bahwa pencapaian ini sangat membanggakan, namun ia berharap para juara tidak cepat puas.
“Supaya tidak jumawa dan bisa meningkatkan prestasi ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya semari berharap agar kedua siswa ini dapat mengamalkan ilmu yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
Laila, yang meraih medali emas, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada SMK Islam Mbah Bolong yang telah memberikan kesempatan baginya untuk berkembang. “Alhamdulillah, saya termasuk salah satu siswa yang beruntung bisa sekolah di SMK Islam Mbah Bolong yang akhirnya bisa melangkah menjadi juara,” ujarnya dengan penuh syukur.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun persaingan di lomba ini sangat ketat, dirinya berhasil meraih kemenangan berkat dukungan dari para guru dan kerja keras yang telah ia lakukan selama ini.
Nuryah Khanza Zahirah, yang meraih medali perak, juga menyampaikan hal serupa. “Untuk pendampingan sebelum lomba dimulai, para siswa dibekali dengan materi-materi penunjang yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut,” kenangnya.
Menurutnya, latihan yang intensif membuatnya tidak kesulitan saat menghadapi soal-soal yang diberikan selama lomba.
Prestasi ini turut diapresiasi oleh KH Nur Hadi, pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin yang menaungi SMK Islam Mbah Bolong. “Semoga prestasi kedua santrinya mampu menginspirasi dan menyemangati seluruh siswa-siswi, terutama di SMP dan SMK Islam Mbah Bolong bahwa pendidikan pesantren unggul,” ujar Kiai Nur Hadi dengan penuh harapan.
Pencapaian Laila dan Nuryah bukan sekadar medali dan penghargaan. Lebih dari itu, mereka telah membuktikan bahwa dengan usaha keras, dukungan penuh dari pengajar, serta tekad yang kuat, prestasi di tingkat nasional bukanlah hal yang mustahil. Mereka kini menjadi contoh inspiratif bagi seluruh siswa SMK Islam Mbah Bolong untuk terus berjuang dan berprestasi. [suf]






