Malang (beritajatim.com) – Dua Mahasiswa dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) mencatatkan prestasi yang membanggakan. Mahasiswa tersebut lolos program IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) dan memperoleh kesempatan magang di perusahaan ternama di Inggris. Keduanya atas nama Salsa Billa Prames Wati Teja S dan Shidqi Bintang Etsandini, mahasiswa dari program studi D-IV Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional. Mereka berdua menjadi bagian dari 42 awardee IISMA yang bertempat di Coventry University, Inggris.
Pada program IISMA, Salsa dan Shidqi selain mendapatkan kesempatan belajar mereka juga diberikan kesempatan untuk magang di perusahaan-perusahaan besar oleh Coventry University, Inggris. Salsa ditempatkan di Unipart Logistics yang merupakan perusahaan logistik terbesar di Inggris, sementara Shidqi di Malone Group, perusahaan konsultan engineering dengan klien skala internasional.
Mereka berdua dibimbing oleh Prof. Benny Tjahjono, Professor of Sustainability and Supply Chain Management, Centre for Business in Society (CBiS). Salah research centre unggulan di Coventry University dengan jejaring industri yang luas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polinema”]
Saat magang, Salsa berfokus untuk menangani proyek sustainability untuk packaging material yang digunakan Unipart untuk JLR. Dia bersama tiga orang awardee lain terjun langsung ke dua warehouse milik Unipart. Selain magang, Mahasiswa Polinema itu juga mendapatkan pelatihan langsung dari Unipart untuk kegiatan effective presentation.
Selama menjalani aktivitas, Salsa merasa beruntung karena berkesempatan untuk magang di perusahaan internasional. “Kegiatan magang mobilitas dari IISMA ini sangat searah dengan apa yang saya pelajari di Polinema,” ujar mahasiswa yang akrab dipanggil Abel itu pada Senin (21/11/2022) saat dihubungi.
Abel berharap ilmu yang didapat bisa dipraktekkan di dunia kerja internasional secara langsung. Ilmu seperti etika kerja, intercultural, dan komunikasi merupakan hal yang Abel pelajari selama kuliah di Coventry.
Sementara itu Shidqi, mahasiswa lain dari Polinema yang magang di Malone Group, merasa senang karena bisa belajar riset soal Internet of Things (IoT), cara kerja sensor dan competitive analysis dari kompetitor. Menurut dia, output dari produk dan jasa ini dapat mempermudah kerja para engineer untuk mendeteksi abnormal activities pada objek guna mencegah kerusakan besar.
Perusahaan yang bermarkas di Dublin itu memberikan ruang baginya dalam mengusung dan mencetuskan ide atau inovasi yang terkait fitur tambahan yang diperlukan dalam aplikasi yang sedang dikembangkan oleh Malone Group.
Mahasiswa kelahiran Surabaya itu juga berkesempatan ikut dalam membangun hubungan dengan mitra bisnis dari Malone Group, yaitu Alton Towers. “Tentu ini sebuah kesempatan emas bagi saya untuk bisa mendapatkan pengalaman membangun bisnis di bawah naungan perusahaan konsultan engineering besar hingga memasarkan produk kepada klien ternama,” ungkapnya menceritakan.
Selama magang di Malone Group, Shidqi senang sebab bisa belajar serta berinteraksi langsung dengan para ahli yang membagikan ilmu dan pengalaman. “Berjumpa dengan orang-orang hebat sampai bisa ikut andil dalam cara perusahaan internasional merencanakan dan meluncurkan bisnis, saya melihat nilai unggul prinsip reliability dan ability yang dapat diterapkan dalam meningkatkan kemajuan bisnis pasar Indonesia,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya pada edisi pertama IISMA mahasiswa vokasi total ada 28 mahasiswa Polinema yang lolos seleksi untuk berangkat ke luar negeri melakukan mobilitas yang dibiayai penuh oleh pemerintah Indonesia. Kedua mahasiswa semester 7 yang disebutkan sebelumnya, mengaku sangat bersyukur dapat menghabiskan satu semester untuk belajar dan magang di salah satu kampus terbaik di Inggris, yaitu Coventry University. (dan/kun)






