Situbondo (beritajatim.com) – Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Situbondo pada Jumat (17/4/2026), menghanguskan dapur rumah warga di Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan serta kantor CV Kalisat Manunggal di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan dua insiden tersebut. Ia menyebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima dari masyarakat.
“Kami menerima laporan pertama sekitar pukul 14.00 WIB mengenai kebakaran dapur rumah milik Pak M. Idris di Pokaan. Penyebabnya diduga karena lupa mematikan kompor,” ujar Puriyono, Sabtu (18/4/2026).
Kebakaran pertama terjadi di rumah semi permanen milik M. Idris, warga RT 001 RW 001 Desa Pokaan. Api yang berasal dari dapur dengan cepat merembet ke sejumlah barang mudah terbakar karena keterbatasan alat pemadaman di lokasi.
Korban bersama istrinya sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, kobaran api justru semakin membesar hingga warga sekitar turut membantu sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Satu unit mobil damkar dari Mako Situbondo kota akhirnya berhasil memadamkan api. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp4 juta dengan kondisi rumah mengalami kerusakan sedang.
Hanya berselang beberapa jam, kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di kantor CV Kalisat Manunggal milik Suwanto (60), yang berlokasi di Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.
Api pertama kali diketahui muncul dari tumpukan ban di sisi selatan bangunan. Kobaran api kemudian merembet ke mobil box dan bagian atap kantor yang merupakan bangunan permanen.
“Karyawan bernama Asbun adalah orang pertama yang melihat api. Dia langsung meminta tolong kepada rekan dan warga. Tiga unit damkar kami kerahkan ke lokasi,” kata Puriyono.
Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api setelah melakukan upaya pemadaman intensif. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian, sementara nilai kerugian masih dihitung oleh pemilik.
Puriyono menambahkan, dalam kedua kejadian tersebut, BPBD Situbondo bersama unsur terkait seperti Koramil, Polsek, Tagana Dinas Sosial, serta pemerintah desa dan kelurahan setempat langsung melakukan koordinasi dan asesmen di lapangan.
“Langkah cepat sudah kami lakukan mulai dari pemadaman, pendinginan lokasi hingga pendataan. Selanjutnya akan dilakukan Jitupasna dan penyaluran bantuan logistik,” terangnya.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan kompor dalam kondisi mati serta instalasi listrik aman saat meninggalkan rumah. [awi/beq]






