Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang warga Perumahan Japan Asri Jalan Basket Blok OO No 42 RT 001 RW 012, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Korban diduga telah meninggal sejak dua hari lalu lantaran sudah dalam kondisi bengkak dan bau.
Korban yang diketahui atas nama Andreas (66) ditemukan tak bernyawa tergeletak di lantai kamar rumahnya. Korban diketahui tak keluar rumah sejak, Kamis (15/2/2024) kemarin. Pihak keluarga yang menghubungi ponsel korban pun tak mendapatkan respon sehingga warga pun mendatangi rumah korban.
Meski kedatangan sejumlah warga ke rumah korban mendapat penolakan oleh sang putri yang mengalami keterbelakangan mental. Anak korban mengatakan jika korban sedang tidur, namun warga berupaya mencari tahu keberadaan korban. Alhasil, warga melihat korban sudah tidak bernyawa tergeletak di lantai kamar rumah korban.
Petugas kepolisian dari Polsek Sooko yang datang ke lokasi langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tak lama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan identifikasi. Usai dilakukan olah TKP dan identifikasi, jenazah korban dievakuasi ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
“Iya masih ke TPS, nyoblos. Rabu malam masih buka (toko milik korban). Biasanya, pagi mengeluarkan mobil Honda Brio Satya nopol S 1716 PT warna putih itu, namun dua hari tidak keluar rumah. Warga curiga, selama ini tinggal sama anak perempuannya yang keterbelakangan mental,” ungkap salah satu warga, Mulyadi, Jumat (16/2/2024).
Sementara itu, Kapolsek Sooko, AKP Suwarso mengatakan, sekira pukul 14.30 WIB pihaknya mendapatkan informasi terkait penemuan jenazah korban. “Sebelum ditemukan meninggal, saat pencoblosan warga melihat korban agak pucat. Kondisi korban saat pertama kali ditemukan sudah membengkak,” katanya.
Kapolsek menjelaskan, jika rumah dan toko korban dalam kondisi buka. Informasi dari tetangga korban, jika anak korban, Ike (39) memang sempat menolak warga yang datang mencari korban. Korban diketahui berada di dalam kamar yang tertutup dan masih dalam kondisi pakaian lengkap.
“Mau dibuka oleh warga tapi kata anaknya tidak usah diganggu karena sedang tidur, nanti akan bangun sendiri. Tidak ditemukan itu (kekerasan), ditemukan tidur terlentang dan sudah kondisi menbengkak. Lebih lanjut nanti Tim Identifikasi akan melaksanakan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya. [tin/kun]







