Sampang (beritajatim.com) – Seorang nelayan yang dilaporkan hilang sejak Jumat (27/2/2026) akhirnya ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, pada Minggu (1/3/2026).
Korban yang diketahui bernama Andi Yuswandi (37), warga Dusun Pesisir, Desa Sepuluh, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.
Menurut keterangan polisi, korban terakhir terlihat pada Kamis (26/2/2026) dan dilaporkan pergi seorang diri untuk menjaring ikan pada Jumat (27/2/2026). Namun, sejak saat itu, Andi Yuswandi tidak pernah kembali ke rumahnya.
“Keluarga yang merasa khawatir kemudian melaporkan hilangnya korban ke Polsek Sepuluh,” ujar Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo.
Setelah menerima laporan tersebut, berbagai pihak termasuk tim SAR Sumenep, BPBD Bangkalan, Poskamladu Arosbaya, Polairud Bangkalan, dan PMII Bangkalan segera melakukan pencarian intensif.
Namun, nasib tragis menimpa korban yang ditemukan oleh dua remaja, Afdan Amirul Abror (16) dan Rivandi (17), yang sedang berangkat ke laut untuk mengambil jaring. Kedua remaja tersebut menemukan jasad korban dalam kondisi terbaring kaku di tepi pantai. “Keduanya menemukan korban dalam keadaan kaku terbaring di tepi pantai,” kata Afdan.
Setelah penemuan itu, warga setempat dan Kepala Dusun melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Banyuates. Pihak berwenang kemudian melakukan pemeriksaan awal yang menunjukkan bahwa jasad korban sudah mulai membusuk, dengan tubuh yang melepuh dan kebiruan.
Dari hasil analisis sementara, korban diduga terjatuh ke laut dan tidak mampu menyelamatkan diri sehingga tenggelam. Namun, pihak keluarga korban telah meminta agar jenazah segera dibawa ke rumah duka tanpa pemeriksaan medis lanjutan.
“Mereka juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi serta menyatakan ikhlas atas musibah tersebut dan tidak akan menuntut pihak mana pun,” tutupnya. [sar/suf]






