Sampang (beritajatim.com) – Penurunan signifikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun ini berdampak langsung terhadap program pelatihan kerja di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang.
Kepala Bidang Pelatihan dan Perindustrian Disnaker Sampang, Ervien Sujatmiko, menyebutkan bahwa alokasi anggaran tahun ini merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025 lalu, anggaran DBHCHT yang diterima Disnaker Sampang hampir mencapai Rp 3,7 miliar. Namun pada 2026 ini, dana yang dialokasikan hanya sebesar Rp 900 juta.
Penurunan anggaran yang cukup tajam tersebut membuat jumlah kejuruan pelatihan berbasis kompetensi terpaksa dikurangi lebih dari separuh.
“Tahun ini jenis pelatihan yang bisa kami selenggarakan hanya 11 jauh dari sebelumnya 24,” ujar Ervien, Rabu (25/2/2026).
Meski jumlah tahap pelatihan tetap dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, keterbatasan anggaran memaksa instansi melakukan efisiensi di berbagai sektor.
Dampaknya tidak hanya pada berkurangnya jenis pelatihan, tetapi juga jumlah peserta yang dapat difasilitasi.
“Jika pada 2025 jumlah peserta pelatihan mencapai sekitar 620 orang dalam tiga tahap, maka ditahun ini hanya 176 peserta yang dapat mengikuti program serupa,” tuturnya
Menurut dia, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya dalam memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Sampang.
Dengan anggaran yang turun drastis, ruang gerak program pembinaan dan pengembangan keterampilan masyarakat menjadi semakin terbatas.
“Tahun 2026 ini alokasi anggaran DBHCHT yang kami terima sebesar Rp 900 juta untuk 11 kelas dan 176 peserta dalam tiga angkatan,” tegasnya. [sar/ian]






