Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepala Staff Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurrahman mengunjungi Banyuwangi. Selama dua hari di Kota Gandrung, dirinya mengaku mendapat berkah.
Pertama, Jenderal Dudung dapat bertemu dengan warga di Kampung Pancasila, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Di tempat ini, pihaknya ditunjukkan dengan kekompakan, kerukunan di tengah keberagaman perbedaan.
Kedua, KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman dinobatkan sebagai warga kehormatan Suku Osing, Banyuwangi. Hal itu ditandai dengan pemasangan udeng atau ikat kepala khas Suku Osing, Banyuwangi oleh Hasan Basri salah satu tokoh masyarakat.
“Ini adalah anugrah yang kami terima, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Pada tanda kehormatan ini sendiri ada kriteria-kriteria yang harus kami jaga,” kata Dudung.
Usai menyandang sebagai warga kehormatan, dirinya mengaku bangga sekaligus memberinya tantangan. Pasalnya, ada konsekuensi yang harus diembannya.
Di antaranya ada empat kriteria yang tertuang dalam maklumat pengukuhan. Empat kriteria itu menyangkut karakter khas Masyarakat Osing. Yaitu patriotis, terbuka, egaliter (kesetaraan) dan mencintai (menguri-uri) warisan leluhur.
Jenderal Dudung mengatakan atas penobatannya dirinya sebagai Warga Kehormatan Suku Osing sehingga dirinya bertekad membawa TNI Angkatan Darat menjadi bagian dari masyarakat Osing. Tanpa terkecuali, siapapun diajak turut menjaga martabat dan nama masyarakat Suku Osing Banyuwangi.
“Juga sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, prajurit harus lebih dekat rakyat dan ikut mendukung pembangunan di daerah. Kabarkan juga kemajuan di Banyuwangi supaya bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain,” kata Jendral Dudung.
Tak hanya Jenderal Dudung, tapi sang istri juga mendapat perlakuan yang sama. Prosesi pengukuhan sebagai warga kehormatan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Bupati Ipuk memasang selendang tanda kebesaran sebagai warga Suku Osing Banyuwangi.
“Kami percaya Jenderal Dudung akan bisa menjaga nama baik Banyuwangi, khususnya masyarakat Osing, dan membawa kebaikan untuk kita semua,” kata Hasan Basri.
Sementara itu, Bupati Ipuk mengapresiasi Jenderal Dudung atas perhatiannya kepada masyarakat adat Osing di Banyuwangi. Ia berharap hal tersebut dapat semakin meningkatkan kecintaan orang nomor satu di TNI Angkatan Darat itu untuk terus bersama membangun Banyuwangi. “Semoga ini semakin menegaskan kecintaan Jenderal Dudung untuk masyarakat Banyuwangi. Di manapun berada,” pungkasnya.
Sebelum KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, sejumlah nama juga sempat dikukuhkan menjadi warga kehormatan Suku Osing Banyuwangi. Di antaranya, Wakil Presiden ke 12 Yusuf Kalla, Dahlan Iskan serta Saifullah Yusuf. (rin/kun)
BACA JUGA: Banyuwangi di Mata Jenderal Dudung: Bikin Kagum!






