Probolinggo (beritajatim.com) – Rapat Paripurna, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Probolinggo, dengan agenda perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), memanas dan sempat diwarnai hujan interupsi. Hal itu dikarenakan ada dua fraksi yang mengaku tidak menerima surat secara resmi terkait rapat tersebut. Rabu (6/4/2022).
Saking alotnya pembahasan tersebut, sehingga mengakibatkan seorang ketua fraksi Nasdem, Sugito, terkena serangan jantung dan harus ditandu keluar ruang sidang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Oka Mahendra Jati Kusuma, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo mengatakan, memanasnya rapat paripurna tersebut dipicu dengan adanya dua Fraksi, yakni PKB dan Golkar, yang mengaku tidak menerima surat pemberitahuan terkait adanya rapat paripurna yang beragendakan perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itu.
“Jadi kita masih belum masuk ke dalam substansi permasalah sebenarnya tadi itu, ini mengenai agenda surat menyurat, jadi ada beberapa fraksi tadi yang berpendapat bahwa tidak mendapatkan surat secara resmi terkait dengan kegiatan pada hari ini, sehingga terkesan ada beberapa fraksi yang terkesan tidak diperlakukan sama dengan fraksi-fraksi yang lain,” jelasnya.
Nah hal itu, menjadi pemicu memanasnya rapat paripurna yang beragendakan perombakan AKD tersebut, “Sehingga di situ, fraksi tersebut beraksi, reaksi ini yang menjadi tarik ulur,” pungkasnya.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, AKD yang akan dirombak terdiri dari Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (Banggar), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), serta perombakan posisi anggota dewan di empat komisi.
Perubahan struktur AKD itu sesuai dengan ketentuan pasal 44 ayat 5, pasal 47 ayat 9, pasal 51 ayat 5 serta pasal 55 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pemindahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). (tr/kun)






