Lhoksukon (beritajatim.com) – Dua dekade telah dilalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam mengabdikan diri untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Semangat dan ketulusan mereka patut diapresiasi, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam upacara Santi Aji peringatan HUT Ke-20 Tagana di Kabupaten Aceh Utara.
Di hadapan 696 personel Tagana dari seluruh Indonesia, Mensos Risma menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi mereka. “Terus berjuang karena kalian adalah pahlawan kemanusiaan,” pesannya penuh semangat. Beliau pun mencontohkan Tagana sebagai teladan bagi semua dalam ketulusan melayani masyarakat di berbagai kondisi.
Peringatan HUT Ke-20 Tagana diwarnai dengan berbagai kegiatan meriah, mulai dari tari saman khas Aceh hingga pembacaan puisi. Mensos Risma pun tak ketinggalan membacakan puisinya sendiri sebagai bentuk apresiasi.
Tagana: Aksi Nyata di Tengah Masyarakat
Usia 20 tahun Tagana bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang aksi nyata. Di Kabupaten Aceh Utara, Tagana telah berkontribusi dalam berbagai bidang, seperti:
Membangun 27 Rumah Sejahtera Terpadu (RST) untuk lansia.
Memberikan penyuluhan tentang bencana alam dan sosial di 20 sekolah.
Mengadakan simulasi bencana bersama 50 siswa dan Lansia Siaga Bencana (Lansiagana).
Di bawah kepemimpinan Ketua Tagana Provinsi Aceh Rizal Dinata, 270 personel Tagana dikerahkan sejak 15 Mei 2024 untuk membantu pembangunan RST di 27 kecamatan. Sementara itu, personel lain fokus pada penghijauan, partisipasi dalam Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2024, dan program Tagana Masuk Sekolah.
Memperkuat Kesiapsiagaan Bencana
Upaya Tagana tak berhenti di situ. Dalam rangka menyambut HUT Ke-20, Kemensos memfasilitasi pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di tiga lokasi, yaitu Kecamatan Matangkuli, Banda Baro, dan Sawang, dengan melibatkan 275 orang.
Enam lumbung sosial pun didirikan di Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, Langkahan, Piraktimu, dan Matakuli. Lumbung-lumbung ini dilengkapi dengan logistik dasar untuk menghadapi bencana, seperti makanan, kasur, selimut, tenda, dan peralatan dapur.
Dedikasi Tagana dalam dua dekade ini patut menjadi inspirasi bagi semua. Semangat mereka dalam membantu masyarakat di tengah bencana adalah wujud nyata dari pahlawan kemanusiaan yang patut dihargai. [aje]






