Surabaya (beritajatim.com) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyatakan Jembatan Darurat Kalidawir di Kabupaten Tulungagung sudah bisa dilewati.
Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Edy Tambeng Widjaja melalui Kabid Pembangunan Hadi Pramoedjo mengatakan, kondisi jembatan darurat selesai dibangun. Jembatan sudah open traffic serta bisa dilalui warga dengan kapasitas maksimal 10 ton.
“Untuk keawetan jembatan, dibatasi kendaraan yang lewat maksimal 10 ton. Jembatan darurat kalau dirawat baik, bisa digunakan sampai 50 tahun. Selama kurun waktu 6 bulan perawatan masih dilakukan provinsi, kemudian setelah itu akan diserahkan ke Pemkab Tulungagung untuk pemeliharaan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengapresiasi gerak cepat Pemprov Jatim dalam penanganan Jembatan Kalidawir yang rusak akibat diterjang banjir pada 15 Maret 2024 silam. Jembatan penghubung Desa Kalidawir dan Desa Karangtalun di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung yang sempat ambrol itu, kini telah selesai diperbaiki.
Untuk memastikan kondisi fisik bangunan jembatan, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, bersama Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno dan Kadis PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng Widjaja telah meninjau jembatan tersebut.
Berdasarkan peninjauan lokasi, progres perbaikan jembatan ini sudah rampung dan dilakukan finishing di beberapa titik. Usai melakukan peninjauan, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengapresiasi gerak cepat Tim Pemprov Jatim dalam penanganan jembatan tersebut.
Dari proses usulan perbaikan hingga pengerjaan jembatan terhitung waktunya hanya membutuhkan sekitar 2-3 bulan. “Ini luar biasa. Ini proses atau perbaikan tercepat yang pernah ada. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat teman-teman dari provinsi,” ujarnya.
Kades Kalidawir Sujarwo juga menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pj Bupati Tulungagung dan Tim Pemprov Jatim dalam melakukan gerak cepat perbaikan jembatan.
“Kami mewakili masyarakat Desa Kalidawir menyampaikan terima kasih atas selesainya perbaikan jembatan yang roboh pada Maret lalu. Jembatan ini sangat penting, karena menjadi akses masyarakat antara dua desa dan juga merupakan akses pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto berharap, jembatan terdampak bencana ini bisa segera diresmikan, agar bisa kembali berfungsi dan bisa mendukung aktivitas keseharian masyarakat.
Jembatan Darurat Kalidawir dengan panjang 27 meter dan lebar 3,15 meter ini menghabiskan anggaran sebanyak Rp2,75 miliar dari APBD Jatim.
Dibangun mulai 11 Juni (Surat Perintah Mulai Kerja) hingga 13 September. Sesuai jadwal adalah 90 hari kontrak kerjanya. Tapi ternyata bisa digunakan lebih cepat dari rencana. Pada 31 Juli sudah selesai pembangunan, lalu 4 Agustus sudah dilakukan finishing dan 7 Agustus open traffic. [tok/beq]






